
BOGORTODAY.COM – Warga di pesisir Queensland, Australia, dikejutkan dengan penemuan sejumlah benda logam berbentuk bulat yang diduga berasal dari luar angkasa. Enam objek tersebut ditemukan di kawasan Forrest Beach, sebelah utara Townsville, dan kini tengah diteliti oleh para ilmuwan untuk memastikan asal-usulnya.
Lembaga Antariksa Australia (Australian Space Agency/ASA) menduga benda-benda tersebut merupakan bagian dari roket yang kembali memasuki atmosfer Bumi setelah menyelesaikan misinya di orbit. Berdasarkan lokasi penemuan dan karakteristik fisiknya, objek itu diyakini termasuk jenis sampah antariksa yang kerap jatuh ke permukaan Bumi setelah peluncuran roket.
Ditemukan Warga, Lokasi Sempat Diamankan
Enam benda misterius itu ditemukan secara bertahap oleh warga setempat antara Jumat hingga Minggu. Karena asal-usulnya belum diketahui dan sempat dikhawatirkan mengandung zat berbahaya, aparat kepolisian bersama petugas pemadam kebakaran langsung mengamankan area penemuan.
Sebagai langkah antisipasi, zona steril dengan radius sekitar 50 meter dipasang di sekitar lokasi hingga proses pemeriksaan awal selesai dilakukan.
Diduga Merupakan Tangki Bertekanan Roket
Menurut Australian Space Agency, objek tersebut kemungkinan adalah pressure vessel, yaitu tangki bertekanan yang digunakan untuk menyimpan bahan bakar atau gas pada sistem roket.
Komponen ini dikenal memiliki struktur yang sangat kuat karena dibuat dari logam berkualitas tinggi, seperti paduan titanium. Material tersebut memungkinkan tangki tetap utuh meskipun mengalami suhu ekstrem saat kembali memasuki atmosfer.
Pihak ASA juga menyebut bahwa mereka telah memiliki dugaan mengenai asal roket yang membawa komponen tersebut. Namun, identitas negara peluncur maupun jenis roket masih menunggu proses verifikasi bersama otoritas internasional.
Kepemilikan Sampah Antariksa Diatur Hukum Internasional
Arkeolog antariksa dari Flinders University, Alice Gorman, menjelaskan bahwa benda-benda yang berasal dari luar angkasa tetap menjadi milik negara yang meluncurkannya. Ketentuan tersebut telah diatur dalam Perjanjian Luar Angkasa Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tahun 1967.
Artinya, Australia tidak bisa langsung mengambil alih kepemilikan puing tersebut. Pemerintah harus berkomunikasi dengan negara peluncur untuk menentukan apakah material itu akan dikembalikan atau dibiarkan tetap berada di Australia.
Pernah Terjadi Sebelumnya
Kasus serupa bukan pertama kali terjadi di Australia. Pada 2023, bagian roket milik India juga ditemukan terdampar di pantai Australia Barat. Saat itu, pemerintah India memutuskan tidak meminta puing tersebut untuk dikembalikan.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu acuan dalam penanganan penemuan terbaru di Queensland.
Mengapa Tangki Roket Bisa Tetap Utuh?
Menurut para ahli, kondisi tangki yang masih utuh bukan berarti telah terjadi kegagalan saat peluncuran roket. Komponen tersebut memang dirancang untuk mampu bertahan menghadapi tekanan tinggi dan panas ekstrem selama proses penerbangan maupun ketika kembali memasuki atmosfer.
Negara peluncur biasanya hanya meminta puing tersebut dikembalikan apabila diperlukan untuk penyelidikan teknis, misalnya jika terjadi gangguan atau kegagalan pada misi. Sebaliknya, jika peluncuran berlangsung normal, komponen tersebut sering kali tidak lagi dianggap perlu untuk dianalisis lebih lanjut.
Hingga kini, Australian Space Agency masih bekerja sama dengan berbagai pihak untuk mengidentifikasi secara pasti asal-usul keenam objek tersebut sekaligus menentukan langkah penanganan berikutnya sesuai ketentuan hukum antariksa internasional.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















