
BOGORTODAY.COM – Dalam ajaran Islam, kemunculan Dajjal merupakan salah satu tanda besar menjelang Hari Kiamat. Rasulullah SAW telah mengingatkan umatnya mengenai fitnah Dajjal yang disebut sebagai ujian terbesar yang pernah dihadapi manusia.
Namun, sebelum Dajjal yang sesungguhnya muncul, Nabi Muhammad SAW menjelaskan bahwa akan hadir sejumlah orang yang memiliki sifat seperti Dajjal, yaitu para pendusta yang mengaku sebagai utusan Allah SWT.
Hadits shahih yang diriwayatkan Imam Bukhari dari Abu Hurairah RA menyebutkan bahwa jumlah mereka hampir mencapai tiga puluh orang. Mereka akan menyebarkan kebohongan dengan mengaku sebagai nabi, padahal kenabian telah berakhir pada diri Nabi Muhammad SAW sebagai penutup para nabi.
Tanda-Tanda Menjelang Kiamat
Dalam hadits tersebut, Rasulullah SAW juga menjelaskan berbagai peristiwa yang akan terjadi sebelum Hari Kiamat, di antaranya:
- Terjadinya peperangan besar antara dua kelompok yang sama-sama mengaku berada di jalan yang benar.
- Munculnya para pendusta yang mengklaim sebagai nabi.
- Berkurangnya ilmu agama akibat wafatnya para ulama.
- Gempa bumi semakin sering terjadi.
- Waktu terasa berjalan semakin cepat.
- Fitnah dan kekacauan semakin meluas.
- Pembunuhan menjadi hal yang biasa.
- Harta melimpah hingga sulit menemukan orang yang bersedia menerima sedekah.
- Manusia berlomba-lomba membangun bangunan tinggi.
- Banyak orang merasa putus asa hingga berharap berada di tempat orang yang telah meninggal.
- Matahari terbit dari arah barat sebagai salah satu tanda besar yang menutup kesempatan untuk bertaubat.
Rasulullah SAW juga menggambarkan bahwa Hari Kiamat akan datang secara tiba-tiba ketika manusia sedang sibuk menjalankan aktivitas sehari-hari, seperti berdagang, memerah susu, memperbaiki kolam, atau bahkan saat hendak menyantap makanan.
Penjelasan Ibnu Katsir
Ulama besar Ibnu Katsir menjelaskan hadits tersebut dalam kitab An-Nihayah fi al-Fitan wa al-Malahim. Beliau menerangkan bahwa kemunculan para Dajjal kecil merupakan salah satu isyarat yang telah disampaikan Rasulullah SAW jauh sebelum datangnya Dajjal terbesar.
Menurut Ibnu Katsir, banyaknya orang yang mengaku memperoleh wahyu atau mengklaim diri sebagai nabi merupakan bagian dari fitnah akhir zaman yang harus diwaspadai oleh kaum muslimin.
Ciri-Ciri Fisik Dajjal
Beberapa hadits menjelaskan ciri-ciri fisik Dajjal agar kaum mukmin dapat mengenalinya. Rasulullah SAW menggambarkan bahwa Dajjal memiliki mata sebelah yang buta atau cacat. Selain itu, ia memiliki dahi yang lebar, leher yang besar, tubuh agak membungkuk, dan cara berjalan yang tidak biasa.
Dalam riwayat Imam Ahmad dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW juga menyebut bahwa rupa Dajjal menyerupai seseorang bernama Qathan bin Abdul Uzza. Namun beliau menegaskan bahwa kemiripan fisik tidak menjadikan seseorang memiliki sifat seperti Dajjal, sebab Qathan adalah seorang muslim sedangkan Dajjal merupakan orang kafir.
Fitnah Terbesar di Akhir Zaman
Kemunculan Dajjal akan menjadi ujian paling berat bagi manusia. Allah SWT memberinya berbagai kemampuan luar biasa sebagai bentuk cobaan bagi keimanan umat manusia.
Menurut penjelasan Ibnu Katsir, pada awal kemunculannya Dajjal akan tampil sebagai seorang penguasa yang berpengaruh. Setelah itu ia mengaku sebagai nabi, hingga akhirnya mengklaim dirinya sebagai tuhan. Banyak orang yang minim ilmu dan lemah keimanannya akan mengikuti ajakannya, sedangkan orang-orang yang mendapat petunjuk dari Allah SWT akan menolak dan tetap berpegang teguh pada ajaran Islam.
Berapa Lama Dajjal Tinggal di Bumi?
Dalam berbagai riwayat disebutkan bahwa Dajjal akan berada di bumi selama empat puluh hari. Namun panjang setiap hari tidak sama seperti hari biasa. Hari pertama lamanya seperti satu tahun, hari kedua seperti satu bulan, hari ketiga seperti satu pekan, sedangkan hari-hari berikutnya berlangsung sebagaimana hari normal.
Karena itu, keseluruhan masa kemunculan Dajjal diperkirakan berlangsung lebih dari satu tahun menurut hitungan waktu manusia.
Akhir Riwayat Dajjal
Fitnah Dajjal tidak akan berlangsung selamanya. Pada saat yang telah ditentukan Allah SWT, Nabi Isa AS akan turun ke bumi untuk membunuh Dajjal dan mengakhiri masa kekuasaannya. Peristiwa tersebut menjadi salah satu tanda bahwa Hari Kiamat semakin dekat.
Hikmah bagi Umat Islam
Hadits-hadits tentang Dajjal bukan bertujuan menimbulkan rasa takut semata, melainkan menjadi peringatan agar setiap muslim memperkuat keimanan, memperdalam ilmu agama, serta berhati-hati terhadap berbagai bentuk kesesatan. Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk senantiasa memohon perlindungan kepada Allah SWT dari fitnah Dajjal, terutama dalam setiap akhir salat.
Dengan memahami tanda-tanda akhir zaman berdasarkan Al-Qur’an dan hadits yang shahih, seorang muslim diharapkan semakin istiqamah dalam beribadah serta tidak mudah terpengaruh oleh berbagai klaim dan ajaran yang menyimpang dari syariat Islam.
Wallahu a’lam bish-shawab.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================












