
Sementara itu, Kepala DPUPR Kota Bogor, Rr. Juniarti Estiningsih, menjelaskan bahwa jajarannya tengah memetakan kondisi teknis lapangan. Dari elevasi Jalan KS Tubun menuju area OCBD sepanjang kurang lebih 350 meter, kontur tanah terpantau cukup curam.
Kondisi geografis ini membuat DPUPR harus merancang rekayasa teknik khusus, terutama saat melintasi Sungai Cibagolo.
“Kemungkinan nanti kondisinya seperti yang ada di Kedung Halang, jalan R2 berada di bawah, sementara aliran Sungai Cibagolo berada di atasnya, karena kontur tanah menuju titik OCBD agak menurun dan terlalu curam jika dibuat jalan biasa,” kata Esti.
Ia menambahkan, pada bagian ujung jalur yang saat ini masih tertutup semak belukar sebenarnya sudah terdapat struktur pengerasan jalan, sehingga ke depan tinggal dilakukan pemantapan lapisan atas (layer).
Guna mempercepat proses penataan, DPUPR berencana membuka ruang komunikasi dengan pihak pengelola kawasan OCBD untuk menjajaki peluang kolaborasi melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).
“Trase R2 utara ini pada akhirnya akan terhubung dengan R2 sisi selatan, dengan titik ujung terakhir di wilayah Kampung Rambay, Sentul. Meskipun awalnya tidak masuk dalam rencana kerja tahun ini, kami akan terus bergerak maju secara bertahap menyesuaikan dengan kondisi penganggaran yang ada,” pungkas Esti.
Wartawan : Aditya Nugraha
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














