6 Tanda Anak Sudah Siap Masuk Sekolah, Bukan Hanya Dilihat dari Usia

Anak
Ilustrasi Anak Sekolah. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM – Banyak orang tua menganggap usia menjadi penentu utama kapan anak siap masuk taman kanak-kanak (TK) atau sekolah dasar (SD). Padahal, kesiapan bersekolah tidak hanya diukur dari umur, tetapi juga dari perkembangan fisik, emosional, sosial, dan kemampuan belajar anak.

Dokter spesialis kedokteran keluarga asal Amerika Serikat, Dr. Eric Boose, menjelaskan bahwa setiap anak memiliki proses tumbuh kembang yang berbeda. Karena itu, meski sudah memenuhi batas usia, belum tentu semua anak memiliki kesiapan yang sama untuk mengikuti kegiatan belajar di sekolah.

Di Indonesia, ketentuan usia masuk SD diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 3 Tahun 2025. Anak berusia minimal 5 tahun 6 bulan dapat mendaftar dengan syarat memiliki kecerdasan atau bakat istimewa serta kesiapan psikologis. Sementara itu, usia yang umum untuk masuk SD adalah 6 hingga 7 tahun.

BACA JUGA :  Tinjau Proyek Trase Jalan Baru Batutulis, Wakil Wali Kota Bogor Tegur Kontraktor Soal K3

Lalu, bagaimana mengenali apakah anak benar-benar siap memasuki lingkungan sekolah? Berikut beberapa tandanya.

  1. Mampu Mengikuti Instruksi Sederhana

Di lingkungan sekolah, anak akan menerima banyak arahan dari guru, mulai dari mengikuti kegiatan belajar hingga menjalankan aturan di kelas.

Anak yang telah siap bersekolah umumnya mampu:

  • Mendengarkan dan mengikuti instruksi sederhana.
  • Berkonsentrasi dalam waktu singkat.
  • Duduk dengan tenang ketika kegiatan belajar berlangsung.

Kemampuan ini membantu anak beradaptasi dengan rutinitas sekolah yang terstruktur.

  1. Mudah Bergaul dengan Teman Sebaya

Sekolah menjadi tempat anak belajar bersosialisasi dengan banyak teman baru. Oleh karena itu, kesiapan sosial merupakan salah satu aspek penting.

Anak yang siap masuk sekolah biasanya sudah mampu:

  • Bermain bersama teman.
  • Menunggu giliran.
  • Berbagi mainan.
  • Menyampaikan kebutuhan kepada guru atau teman dengan baik.
BACA JUGA :  Kejang Berulang pada Anak Bisa Jadi Tanda Epilepsi, Orang Tua Diminta Lebih Waspada

Kemampuan berinteraksi akan membuat anak lebih nyaman berada di lingkungan baru.

  1. Dapat Mengendalikan Emosi

Mengelola emosi juga menjadi salah satu indikator kesiapan sekolah. Anak tidak harus selalu tenang atau tidak pernah menangis, tetapi ia mulai mampu mengatasi rasa kecewa, sedih, atau marah tanpa selalu mengalami tantrum.

Selain itu, anak juga mulai belajar berpisah sementara dari orang tua atau pengasuh tanpa mengalami kecemasan yang berlebihan.

  1. Memiliki Minat untuk Belajar

Kesiapan sekolah tidak diukur dari seberapa banyak anak sudah menguasai pelajaran. Yang lebih penting adalah adanya rasa ingin tahu dan semangat untuk belajar hal-hal baru.

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================