
Beberapa tanda yang dapat terlihat antara lain:
- Mulai mengenal huruf atau angka.
- Tertarik membaca buku bersama orang tua.
- Mencoba menulis nama sendiri.
- Senang bertanya mengenai berbagai hal di sekitarnya.
Rasa ingin tahu inilah yang menjadi bekal penting saat memasuki dunia pendidikan.
- Mulai Mandiri dalam Merawat Diri
Kemampuan melakukan aktivitas sederhana secara mandiri akan membantu anak menjalani kegiatan di sekolah dengan lebih percaya diri.
Beberapa contohnya meliputi:
- Menggunakan toilet sendiri.
- Mencuci tangan tanpa bantuan.
- Membuka kotak atau wadah bekal.
- Mengenakan atau merapikan perlengkapan sekolah.
Kemandirian ini tidak harus sempurna, tetapi perlu terus dilatih sejak di rumah.
- Mampu Mengungkapkan Perasaan dan Kebutuhan
Saat memasuki lingkungan baru, anak bisa saja merasa senang, gugup, malu, atau bahkan takut. Anak yang siap sekolah umumnya sudah dapat mengungkapkan apa yang dirasakannya kepada orang lain.
Misalnya, mereka bisa mengatakan saat lapar, haus, ingin ke toilet, atau merasa sedih. Kemampuan berkomunikasi seperti ini membantu guru memahami kebutuhan anak sehingga proses adaptasi menjadi lebih mudah.
Kesiapan Sekolah Lebih Penting daripada Sekadar Umur
Setiap anak memiliki kecepatan perkembangan yang berbeda. Karena itu, orang tua tidak perlu membandingkan kemampuan anak dengan teman sebayanya.
Selain memenuhi persyaratan usia, kesiapan bersekolah juga mencakup kemampuan mengikuti aturan, bersosialisasi, mengendalikan emosi, menunjukkan rasa ingin tahu, mandiri dalam aktivitas sehari-hari, serta mampu menyampaikan kebutuhan dan perasaannya.
Dengan dukungan dan stimulasi yang tepat dari keluarga, anak akan lebih percaya diri menghadapi pengalaman baru saat memasuki dunia sekolah.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














