
Jenal menjelaskan, berdasarkan Standar Operasional Prosedur (SOP) dari kontraktor, pembersihan area jalan raya memang dijadwalkan secara intensif setiap sore hari menggunakan alat steam kendaraan.
“Menurut kontraktor, jika pembersihan berkala dilakukan pada siang hari, dikhawatirkan akan memicu kemacetan lalu lintas yang cukup padat. Selain itu, genangan air dari pembersihan juga dapat mengganggu arus kendaraan. Oleh karena itu, petugas melakukan penyemprotan menggunakan alat steam setiap sore menjelang magrib. Kami pastikan proses tersebut terus dipantau agar berjalan sesuai SOP,” terang Jenal.
Merespons keluhan tersebut, perwakilan dari PT Promix Prima Karya, Dudung Agus, mengklaim bahwa pihaknya telah melakukan upaya pembersihan secara berkala terhadap setiap kendaraan yang keluar-masuk dari lokasi proyek.
Dudung memaparkan, tim di lapangan rutin melakukan penyemprotan air sebanyak tiga kali dalam sehari untuk meminimalisasi debu dan ceceran tanah.
“Kami lakukan penyemprotan rutin tiga kali sehari, yaitu pada waktu pagi, siang, dan menjelang magrib. Pembersihan juga kami maksimalkan dengan menggunakan sapu yang kemudian diikuti oleh alat siram steam mobil,” pungkas Dudung.
Wartawan : Aditya Nugraha
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















