
BOGORTODAY.COM – Pemerintah Indonesia resmi meluncurkan bahan bakar minyak (BBM) B50 sebagai langkah lanjutan dalam pengembangan energi terbarukan berbasis biodiesel.
Program yang diresmikan Presiden Prabowo Subianto ini mulai diterapkan secara luas untuk kendaraan bermesin diesel setelah sebelumnya Indonesia lebih dulu menjalankan mandatori B40.
Kehadiran B50 menjadi bagian dari upaya mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil sekaligus meningkatkan pemanfaatan minyak sawit sebagai sumber energi alternatif dalam negeri.
Apa Itu B50?
B50 merupakan bahan bakar diesel yang terdiri atas campuran 50 persen biodiesel jenis Fatty Acid Methyl Ester (FAME) yang berasal dari minyak sawit dan 50 persen solar berbasis fosil. Dibandingkan B40, kandungan biodiesel pada B50 meningkat sebesar 10 persen sehingga diharapkan mampu memperbesar kontribusi energi terbarukan dalam sektor transportasi dan industri.
Telah Melalui Berbagai Pengujian
Sebelum dipasarkan, B50 telah melewati rangkaian uji teknis sejak awal 2025. Pengujian dilakukan di laboratorium sebelum dilanjutkan dengan uji operasional pada berbagai sektor yang menggunakan mesin diesel.
Penggunaan B50 diuji pada kendaraan bermotor, transportasi laut, alat pertanian, alat berat pertambangan, kereta api, hingga pembangkit listrik. Khusus sektor otomotif, pengujian dilakukan melalui uji jalan dalam kondisi penggunaan sehari-hari guna memastikan performa bahan bakar tetap optimal.
Hasil evaluasi menunjukkan kualitas biodiesel B100 yang menjadi campuran utama B50 telah memenuhi standar teknis yang ditetapkan, termasuk dari sisi kadar air, kandungan monogliserida, serta kestabilan oksidasi yang lebih baik dibandingkan standar B40.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















