
“Lahan ini lebih strategis karena nanti tepat di seberangnya akan dibangun fasilitas pirolisis oleh TNI untuk mengolah sampah-sampah lama yang ada di TPA. Sementara itu, fasilitas PSEL di sini khusus mengolah sampah baru,” urai Nani.
Ia menambahkan, percepatan pengerjaan ini merupakan instruksi langsung dari Menko Bidang Pangan serta Menteri Investasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani. Demi kelancaran proyek, Kemenko Bidang Pangan juga berkoordinasi erat dengan kementerian teknis seperti Kementerian Lingkungan Hidup (LH), Kemendagri, Kementerian ESDM, serta Danantara selaku pihak pelaksana.
Di lokasi yang sama, Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyambut baik intervensi dan dukungan dari pemerintah pusat. Menurutnya, penuntasan masalah kedaruratan sampah lintas wilayah tidak akan bisa diselesaikan tanpa adanya bauran sinergi yang kuat.
“Kami merasa sangat terbantu dengan kerja sama ini. Urusan sampah tidak mungkin selesai tanpa kolaborasi. Kota dan kabupaten sudah berupaya semaksimal mungkin mempercepat groundbreaking agar penanganan sampah dari hulu ke hilir bisa segera tuntas. Kehadiran Ibu Deputi tentu mengakselerasi hambatan di lapangan,” tutur Dedie.
Sementara itu, Wakil Bupati Bogor, Ade Ruhandi, menekankan bahwa kerja sama antara Kota dan Kabupaten Bogor dalam isu kebersihan ini merupakan komitmen jangka panjang yang terus berkesinambungan sejak periode kepemimpinan sebelumnya.
“Alhamdulillah, di tengah jalan negara hadir lewat program prioritas Bapak Presiden. Karena investasi yang masuk ini bernilai triliunan rupiah dan bukan uang kecil, saya mengajak semua pihak untuk menjaga wilayah tetap kondusif demi nama baik Bogor, terutama wilayah bagian barat,” pungkas Ade Ruhandi.
Wartawan : Aditya Nugraha
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














