Subsidi Jumbo Bikin Harga Mobil Listrik Baru di Jepang Lebih Murah dari Mobil Bekas

BOGORTODAY.COM – Program insentif kendaraan listrik di Jepang memunculkan fenomena yang tidak biasa. Berkat kombinasi subsidi dari pemerintah pusat dan Pemerintah Metropolitan Tokyo, harga mobil listrik baru di sejumlah wilayah bahkan bisa lebih murah dibandingkan unit bekas yang dijual di pasaran.

Salah satu contoh paling mencolok adalah Nissan Sakura, mobil listrik mungil yang cukup populer di Jepang. Kendaraan ini memiliki harga resmi sekitar 2,44 juta yen atau setara Rp272 juta. Namun, konsumen yang memenuhi syarat di Tokyo dapat membelinya hanya dengan sekitar 560 ribu yen atau sekitar Rp62 juta setelah seluruh subsidi diterapkan.

Angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan harga rata-rata Nissan Sakura bekas yang masih berada di kisaran 1,51 juta yen atau sekitar Rp168 juta.

Gabungan Subsidi Pusat dan Daerah

Harga yang sangat murah tersebut dimungkinkan karena adanya dua jenis bantuan yang dapat diterima secara bersamaan, yakni subsidi dari pemerintah nasional dan subsidi dari Pemerintah Metropolitan Tokyo.

Pemerintah Jepang sebelumnya meningkatkan plafon bantuan pembelian mobil listrik untuk mendorong percepatan penggunaan kendaraan ramah lingkungan. Besaran subsidi nasional berbeda-beda tergantung model kendaraan, dengan beberapa produk dari Toyota dan Honda memperoleh bantuan hingga 1,3 juta yen. Sementara itu, Nissan Sakura mendapatkan subsidi nasional sebesar 580 ribu yen.

Di sisi lain, Pemerintah Metropolitan Tokyo juga menaikkan nilai insentif kendaraan listrik menjadi maksimal 1,3 juta yen sebagai respons terhadap meningkatnya biaya energi.

Skema subsidi daerah diberikan secara bertahap. Pembeli mobil listrik dari produsen seperti Nissan, Toyota, dan Honda otomatis memperoleh bantuan dasar sebesar 900 ribu yen. Nilai tersebut dapat bertambah 400 ribu yen apabila pemilik kendaraan memasang fasilitas pendukung seperti stasiun pengisian daya di rumah dan panel surya.

BACA JUGA :  Wali Kota Bogor: Debit Air Katulampa Menurun Tajam, Warga Tolong Mulai Hemat Air

Dengan kombinasi kedua subsidi tersebut, harga Nissan Sakura dapat turun drastis hingga hanya sekitar 560 ribu yen bagi pembeli yang memenuhi seluruh persyaratan.

Lebih Murah dari Mobil Mini Bermesin Bensin

Bahkan tanpa memperoleh tambahan subsidi penuh, harga Nissan Sakura setelah insentif sudah berada di kisaran 960 ribu yen. Nilai tersebut lebih rendah dibandingkan harga sebagian besar kei car, yaitu kategori mobil berukuran kecil bermesin bensin yang sangat populer di Jepang.

Beberapa wilayah di Tokyo bahkan masih memberikan bantuan tambahan di luar subsidi utama. Sementara itu, daerah lain di Jepang juga menawarkan insentif dengan besaran berbeda. Misalnya, Prefektur Gunma menyediakan subsidi hingga 500 ribu yen, sedangkan Prefektur Fukui memberikan bantuan sekitar 100 ribu yen.

Penjualan Mobil Listrik Melonjak Tajam

Kebijakan subsidi yang agresif turut mendorong pertumbuhan pasar kendaraan listrik di Jepang. Pada periode April hingga Juni, penjualan mobil listrik penumpang mencapai lebih dari 32 ribu unit atau hampir tiga kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pangsa pasar mobil listrik kini mencapai sekitar 3,4 persen dari total penjualan mobil baru. Capaian tersebut menjadi pertama kalinya kontribusi kendaraan listrik menembus angka tiga persen dalam satu kuartal. Pada Juni saja, pangsanya bahkan telah melampaui empat persen.

Honda, Toyota, dan Tesla Ikut Terdongkrak

BACA JUGA :  BAIC Perkenalkan Mobil Listrik T1 di Indonesia, Dibanderol Mulai Rp300 Jutaan

Tidak hanya Nissan, produsen lain juga menikmati peningkatan permintaan yang signifikan.

Honda mencatat lonjakan penjualan luar biasa setelah meluncurkan model listrik kompak Super-One pada Mei. Dalam satu kuartal, penjualannya melonjak menjadi hampir 4.500 unit, jauh di atas periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya mencatat beberapa unit.

Harga normal Super-One sekitar 3,39 juta yen. Setelah memperoleh subsidi pemerintah, harga kendaraan tersebut turun menjadi sekitar 2,09 juta yen. Bagi pembeli di Tokyo yang memenuhi seluruh persyaratan, harga akhirnya bahkan bisa menyentuh sekitar 790 ribu yen atau sekitar Rp88 juta. Tingginya minat konsumen membuat sejumlah dealer sempat menghentikan sementara pemesanan beberapa varian.

Toyota juga mengalami peningkatan penjualan yang sangat besar. Penjualan mobil listriknya melonjak puluhan kali lipat, dengan model bZ4X menjadi salah satu yang paling diminati. Mobil yang semula dijual sekitar 4,8 juta yen itu dapat dibeli dengan harga sekitar 2,2 juta yen di Tokyo setelah seluruh insentif diterapkan.

Sementara itu, Tesla berhasil meningkatkan penjualannya hampir tiga kali lipat pada kuartal kedua. Selain memanfaatkan subsidi pemerintah, perusahaan juga menawarkan penggunaan jaringan pengisian cepat Supercharger secara gratis selama tiga tahun sebagai daya tarik tambahan bagi konsumen.

Melalui kombinasi subsidi pemerintah pusat, bantuan pemerintah daerah, serta berbagai promosi dari produsen, Jepang berhasil membuat harga mobil listrik menjadi jauh lebih terjangkau. Kebijakan tersebut tidak hanya meningkatkan daya beli masyarakat, tetapi juga mempercepat transisi menuju penggunaan kendaraan rendah emisi di negara tersebut.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================