
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اَللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِيْنَ، وَاجْعَلْنِي مِنَ الْمُتَطَهِّرِيْنَ، وَاجْعَلْنِي مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِيْنَ، سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ
Latin:
Asyhadu an laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariika lahu, wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rasuuluhu. Allahummaj’alnii minat tawwaabiina waj’alnii minal mutathahhiriina waj’alnii min ‘ibaadikas shaalihiina. Subhaanaka Allahumma wa bihamdika, asyhadu an laa ilaaha illaa anta, astaghfiruka wa atuubu ilaik.
Artinya:
“Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Aku juga bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertobat, orang-orang yang menjaga kesucian, dan hamba-hamba-Mu yang saleh. Mahasuci Engkau ya Allah, segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Engkau. Aku memohon ampun kepada-Mu dan bertobat kepada-Mu.”
Arab:
اَشْهَدُ اَنْ لَااِلٰهَ اِلَّااللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًاعَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنِىْ مِنَ التَّوَّابِيْنَ وَاجْعَلْنِىْ مِنَ الْمُتَطَهِّرِيْنَ، وَاجْعَلْنِيْ مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِيْنَ
Latin:
Asyhadu allaa ilaaha illallaah wahdahuu laa syariika lahuu wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhuu wa rasuuluh. Allaahummaj’alnii minat tawwaabiina waj’alnii minal mutathahhiriina waj’alnii min ‘ibaadikash shaalihiin.
Artinya:
“Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa dan tiada sekutu bagi-Nya. Aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertobat, orang-orang yang menjaga kesucian, dan hamba-hamba-Mu yang saleh.”
Doa setelah tayamum pada dasarnya memiliki kandungan yang sama dengan doa setelah wudhu, yaitu berisi syahadat dan permohonan agar menjadi pribadi yang gemar bertobat, menjaga kesucian, serta termasuk golongan hamba yang saleh.
Perbedaannya hanya terletak pada tambahan doa kafaratul majelis di bagian akhir bacaan doa tayamum. Dengan memahami perbedaan tersebut, umat Islam dapat mengamalkan doa yang sesuai setelah menyelesaikan tayamum maupun wudhu.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















