BOGORTODAY.COM – Dalam ajaran Islam, bersuci menjadi syarat penting sebelum seorang muslim melaksanakan ibadah salat. Pada kondisi normal, bersuci dilakukan dengan berwudhu atau mandi wajib menggunakan air.
Namun, Islam memberikan kemudahan bagi umatnya ketika air tidak tersedia atau penggunaannya dapat membahayakan kondisi kesehatan. Dalam situasi seperti ini, tayamum menjadi pengganti yang sah sesuai dengan ketentuan syariat.
Lantas, apakah doa setelah tayamum sama dengan doa setelah wudhu? Berikut penjelasannya.
Pengertian Tayamum
Secara bahasa, tayamum berarti “menuju” atau “bermaksud”. Sementara menurut istilah fikih, tayamum adalah cara bersuci dengan mengusap wajah dan kedua tangan menggunakan debu yang suci sebagai pengganti air.
Pelaksanaan tayamum harus diawali dengan niat yang ikhlas dan dilakukan sesuai tata cara yang telah ditetapkan dalam syariat. Ketentuan ini dijelaskan oleh para ulama fikih, salah satunya Syaikh Abdurrahman Al-Juzairi dalam kitab Fikih Empat Madzhab.
Tayamum merupakan salah satu bentuk keringanan (rukhsah) yang diberikan Allah SWT kepada hamba-Nya. Dasar hukumnya terdapat dalam Surah Al-Maidah ayat 6:
وَاِنْ كُنْتُمْ مَّرْضٰٓى اَوْ عَلٰى سَفَرٍ اَوْ جَاۤءَ اَحَدٌ مِّنْكُمْ مِّنَ الْغَاۤىِٕطِ اَوْ لٰمَسْتُمُ النِّسَاۤءَ فَلَمْ تَجِدُوْا مَاۤءً فَتَيَمَّمُوْا صَعِيْدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوْا بِوُجُوْهِكُمْ وَاَيْدِيْكُمْ مِّنْهُ ۗمَا يُرِيْدُ اللّٰهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِّنْ حَرَجٍ
Artinya:
“Apabila kamu sakit, sedang dalam perjalanan, kembali dari tempat buang air, atau telah menyentuh perempuan lalu tidak mendapatkan air, maka bertayamumlah dengan debu yang suci. Usaplah wajah dan tanganmu dengan debu tersebut. Allah tidak menghendaki kesulitan bagimu…” (QS. Al-Maidah: 6).
Ayat tersebut menunjukkan bahwa Islam memberikan kemudahan dalam beribadah tanpa menghilangkan syarat kesucian.
Apakah Doa Tayamum Sama dengan Doa Setelah Wudhu?
Secara umum, doa setelah tayamum memiliki isi yang hampir sama dengan doa setelah wudhu. Keduanya diawali dengan syahadat dan dilanjutkan dengan permohonan agar Allah SWT menjadikan seorang hamba termasuk golongan yang gemar bertobat, menjaga kesucian, serta menjadi hamba yang saleh.
Perbedaannya terletak pada bagian penutup. Dalam doa tayamum terdapat tambahan doa kafaratul majelis yang berisi permohonan ampun kepada Allah SWT. Tambahan inilah yang membedakan bacaan doa tayamum dengan doa setelah wudhu.
Arab:
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اَللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِيْنَ، وَاجْعَلْنِي مِنَ الْمُتَطَهِّرِيْنَ، وَاجْعَلْنِي مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِيْنَ، سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ
Latin:
Asyhadu an laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariika lahu, wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rasuuluhu. Allahummaj’alnii minat tawwaabiina waj’alnii minal mutathahhiriina waj’alnii min ‘ibaadikas shaalihiina. Subhaanaka Allahumma wa bihamdika, asyhadu an laa ilaaha illaa anta, astaghfiruka wa atuubu ilaik.
Artinya:
“Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Aku juga bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertobat, orang-orang yang menjaga kesucian, dan hamba-hamba-Mu yang saleh. Mahasuci Engkau ya Allah, segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Engkau. Aku memohon ampun kepada-Mu dan bertobat kepada-Mu.”
Arab:
اَشْهَدُ اَنْ لَااِلٰهَ اِلَّااللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًاعَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنِىْ مِنَ التَّوَّابِيْنَ وَاجْعَلْنِىْ مِنَ الْمُتَطَهِّرِيْنَ، وَاجْعَلْنِيْ مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِيْنَ
Latin:
Asyhadu allaa ilaaha illallaah wahdahuu laa syariika lahuu wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhuu wa rasuuluh. Allaahummaj’alnii minat tawwaabiina waj’alnii minal mutathahhiriina waj’alnii min ‘ibaadikash shaalihiin.
Artinya:
“Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa dan tiada sekutu bagi-Nya. Aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertobat, orang-orang yang menjaga kesucian, dan hamba-hamba-Mu yang saleh.”
Doa setelah tayamum pada dasarnya memiliki kandungan yang sama dengan doa setelah wudhu, yaitu berisi syahadat dan permohonan agar menjadi pribadi yang gemar bertobat, menjaga kesucian, serta termasuk golongan hamba yang saleh.
Perbedaannya hanya terletak pada tambahan doa kafaratul majelis di bagian akhir bacaan doa tayamum. Dengan memahami perbedaan tersebut, umat Islam dapat mengamalkan doa yang sesuai setelah menyelesaikan tayamum maupun wudhu.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















