Toyota Veloz Hybrid Masih Memimpin, BYD M6 DM Mulai Beri Tekanan di Pasar Mobil Hybrid

Mobil ini menawarkan tiga mode berkendara, yaitu EV untuk penggunaan listrik penuh, HEV Series, dan HEV Parallel yang mengombinasikan kerja mesin dan motor listrik sesuai kebutuhan.

Dalam pengujian, konsumsi bahan bakar M6 DM tercatat sekitar 25,6 kilometer per liter. Sementara berdasarkan klaim pabrikan, efisiensi maksimalnya dapat mencapai sekitar 65 kilometer per liter, dengan jarak tempuh hingga 1.800 kilometer ketika baterai dan tangki bahan bakar terisi penuh.

Di sisi lain, Toyota Veloz Hybrid menggunakan mesin 1.500 cc berkode 2NR-VEX yang dipadukan dengan sistem Series-Parallel Hybrid, teknologi yang juga digunakan pada Yaris Cross Hybrid.

Sistem tersebut memungkinkan perpindahan tenaga antara mesin bensin dan motor listrik berlangsung halus sehingga memberikan pengalaman berkendara yang lebih responsif sekaligus hemat bahan bakar.

BACA JUGA :  7 Tanda Terlalu Bergantung pada Pasangan, Kenali agar Hubungan Tetap Sehat

Toyota mengklaim teknologi hybrid pada Veloz mampu meningkatkan efisiensi konsumsi BBM lebih dari 40 persen dibandingkan versi bermesin konvensional.

Gabungan tenaga mesin bensin dan motor listrik menghasilkan output sebesar 111 PS, dengan torsi motor listrik mencapai 141 Nm yang disalurkan melalui transmisi eCVT.

Berdasarkan hasil pengujian bersama sejumlah media nasional, konsumsi bahan bakar Toyota Veloz Hybrid mampu mencapai sekitar 28,9 kilometer per liter.

Perbandingan Harga

Dari sisi harga, kedua model berada di rentang yang cukup berdekatan sehingga persaingan diperkirakan akan semakin ketat.

  • Toyota Veloz Hybrid: sekitar Rp303 juta hingga Rp389 juta.
  • BYD M6 DM: sekitar Rp298 juta hingga Rp390 juta.
BACA JUGA :  Pemkab Bogor Bagikan 20.700 Bibit Hortikultura, Dorong Ketahanan Pangan dan Kendalikan Inflasi

Persaingan Hybrid Diprediksi Semakin Sengit

Dominasi Toyota Veloz Hybrid memang masih bertahan pada Juni 2026. Namun, kehadiran BYD M6 DM menunjukkan bahwa pasar kendaraan elektrifikasi di Indonesia terus berkembang.

Dengan teknologi yang semakin beragam serta harga yang kompetitif, konsumen kini memiliki lebih banyak pilihan untuk beralih ke kendaraan hemat bahan bakar. Persaingan antara produsen Jepang dan China di segmen hybrid pun diperkirakan akan semakin ketat dalam beberapa bulan mendatang.

Halaman:
« 1 2 » Semua

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================