Listrik Rumah Sering Jepret atau Turun? Kenali Penyebabnya agar Terhindar dari Risiko Kebakaran

Listrik
Listrik Rumah Sering Jepret atau Turun? Kenali Penyebabnya agar Terhindar dari Risiko Kebakaran. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM Listrik di rumah yang tiba-tiba mati tanpa adanya pemadaman dari penyedia listrik tentu dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Kondisi yang sering disebut listrik “jepret” atau “turun” ini umumnya terjadi karena sistem pengaman listrik memutus aliran daya untuk mencegah kerusakan yang lebih serius.

Banyak orang mengira penyebabnya hanya karena penggunaan peralatan elektronik yang berlebihan. Padahal, ada beberapa faktor lain yang juga dapat memicu listrik turun, termasuk masalah pada instalasi listrik di rumah.

Menurut Spesialis Keselamatan Listrik sekaligus dosen kelistrikan di Politeknik Negeri Jakarta, A. Damar Aji, penyebab paling umum listrik sering turun adalah beban listrik yang melebihi kapasitas serta adanya gangguan pada sistem instalasi.

BACA JUGA :  Polisi Ciduk Bandar Miras Ilegal di Bogor, Sitaan Capai 1.134 Botol

Selain mengganggu kenyamanan, kondisi ini tidak boleh dianggap sepele karena dapat meningkatkan risiko korsleting yang berpotensi memicu kebakaran apabila tidak segera ditangani.

  1. Daya Listrik Tidak Mampu Menahan Beban

Penyebab yang paling sering terjadi adalah penggunaan listrik yang melebihi kapasitas daya yang tersedia di rumah.

Misalnya, ketika beberapa peralatan berdaya besar seperti AC, mesin cuci, setrika, pemanas air, atau microwave dinyalakan secara bersamaan, total kebutuhan listrik bisa melampaui batas daya yang terpasang. Akibatnya, perangkat pengaman seperti MCB (Miniature Circuit Breaker) akan otomatis memutus aliran listrik.

BACA JUGA :  Subsidi Jumbo Bikin Harga Mobil Listrik Baru di Jepang Lebih Murah dari Mobil Bekas

Untuk menghindari kondisi ini, sebaiknya gunakan peralatan berdaya besar secara bergantian. Jika kebutuhan listrik memang terus meningkat, mempertimbangkan penambahan kapasitas daya bisa menjadi solusi yang lebih efektif.

  1. Kabel atau Instalasi Mengalami Kerusakan

Selain faktor beban berlebih, kondisi kabel dan instalasi listrik juga berpengaruh terhadap kestabilan aliran listrik.

Isolasi kabel yang rusak, longgar, atau sudah menua dapat menyebabkan kebocoran arus listrik. Jika dibiarkan, kondisi tersebut berisiko menimbulkan hubungan arus pendek atau korsleting yang dapat memicu kebakaran.

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================