Sering Begadang? Ini 9 Dampak Buruk yang Bisa Mengancam Kesehatan Tubuh

Sebaliknya, kebiasaan begadang dikaitkan dengan meningkatnya risiko hipertensi, penyakit jantung, serangan jantung, hingga stroke apabila berlangsung dalam jangka waktu lama.

  1. Gangguan pada Sistem Pencernaan

Kurang tidur juga dapat memengaruhi kerja saluran pencernaan. Sebagian orang lebih sering mengalami keluhan seperti perut tidak nyaman, asam lambung naik, hingga gangguan lambung setelah sering begadang.

Kebiasaan mengonsumsi makanan ringan pada larut malam juga dapat memperparah kondisi tersebut.

  1. Kulit Kusam dan Penuaan Lebih Cepat

Proses regenerasi kulit berlangsung lebih optimal saat seseorang tidur. Apabila waktu istirahat sering terpotong, kemampuan kulit memperbaiki diri ikut menurun.

Akibatnya, wajah tampak lebih kusam, kulit menjadi kering, jerawat lebih mudah muncul, serta garis halus dan kerutan terlihat lebih cepat. Lingkaran hitam di bawah mata juga menjadi lebih jelas sehingga wajah terlihat lelah.

  1. Mata Cepat Lelah
BACA JUGA :  Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Juli 2026 Lengkap dengan Niat, Keutamaan, dan Penjelasannya

Begadang biasanya disertai penggunaan ponsel, komputer, atau perangkat elektronik dalam waktu lama. Paparan layar yang berkepanjangan membuat mata bekerja lebih keras sehingga terasa kering, perih, dan mudah lelah.

Jika terus berlangsung, kondisi ini berpotensi memengaruhi kesehatan mata dalam jangka panjang.

  1. Suasana Hati Menjadi Tidak Stabil

Dampak begadang tidak hanya dirasakan oleh tubuh, tetapi juga kesehatan mental. Orang yang kurang tidur cenderung lebih mudah marah, stres, cemas, dan sulit mengendalikan emosi.

Selain itu, kemampuan berpikir kreatif, memecahkan masalah, hingga mengambil keputusan juga dapat mengalami penurunan.

Cara Mengurangi Kebiasaan Begadang

BACA JUGA :  Muharram Penuh Makna, Masjid Al-Madinah Tebarkan Keberkahan Lewat Santunan 355 Yatim dan Dhuafa

Apabila terpaksa tidur larut sesekali, usahakan segera kembali ke pola tidur yang teratur. Beberapa langkah berikut dapat membantu meningkatkan kualitas tidur:

  • Tidur selama 7–9 jam setiap malam.
  • Batasi konsumsi kopi atau minuman berkafein menjelang waktu tidur.
  • Kurangi penggunaan ponsel, tablet, atau komputer sebelum tidur.
  • Ciptakan suasana kamar yang tenang, nyaman, dan minim cahaya.
  • Rutin berolahraga agar tubuh lebih rileks.
  • Konsumsi makanan bergizi seimbang dan cukupi kebutuhan cairan setiap hari.

Menjaga waktu tidur sama pentingnya dengan menerapkan pola makan sehat dan rutin berolahraga. Dengan tidur yang cukup, tubuh memiliki kesempatan untuk memulihkan diri sehingga fungsi organ tetap berjalan optimal dan risiko berbagai penyakit dapat ditekan.

Halaman:
« 1 2 » Semua

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================