
“Saya mengapresiasi kebijakan Kementerian PANRB yang memberikan fleksibilitas bekerja melalui skema WFA bagi ASN yang mengantarkan anak di hari pertama sekolah,” katanya.
Rahmat juga berharap pelaksanaan MPLS di seluruh sekolah berlangsung ramah anak dan bebas dari praktik perundungan.
“MPLS menjadi momentum penting bagi anak-anak untuk mengenal lingkungan sekolah, membangun rasa percaya diri, belajar berinteraksi dengan guru dan teman-teman, serta menumbuhkan rasa kebersamaan sejak hari pertama. Semoga MPLS benar-benar menjadi kegiatan yang edukatif, ramah anak, menyenangkan, dan bebas dari segala bentuk perundungan,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala SDN Sirnagalih 05, Johan Sri Wahyudi, mengatakan sekolah menerapkan konsep Sekolah Ramah Anak dalam pelaksanaan MPLS. Kegiatan difokuskan untuk membantu peserta didik baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah melalui pendekatan yang aman dan menyenangkan.
Selain mengenalkan lingkungan sekolah, guru, dan fasilitas belajar, siswa baru juga diperkenalkan dengan berbagai kegiatan ekstrakurikuler, seperti pencak silat, marawis, drumband, pramuka, taekwondo, karate, serta Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ).
Menurut Johan, sekolah juga memberi ruang bagi peserta didik untuk mengenali minat dan bakat sejak awal. Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung pembinaan prestasi sekaligus mempercepat proses adaptasi siswa di lingkungan sekolah.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Diskominfo Kabupaten Bogor
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















