
Tahukah Anda bahwa minyak jelantah juga memiliki nilai ekonomi?
Saat ini sudah banyak pengepul maupun komunitas yang menerima minyak goreng bekas untuk diolah kembali menjadi berbagai produk, seperti biodiesel atau bahan baku industri.
Jika minyak jelantah yang dihasilkan cukup banyak, Anda bisa mengumpulkannya terlebih dahulu lalu menjualnya ke tempat penampungan yang tersedia di sekitar tempat tinggal atau melalui layanan yang menawarkan penjemputan minyak bekas.
Meski nilai jualnya tidak terlalu tinggi, langkah ini lebih bermanfaat dibandingkan membuangnya ke saluran pembuangan.
Apa yang Harus Dilakukan Jika Terlanjur Membuang Minyak ke Wastafel?
Apabila tidak sengaja menuangkan minyak ke saluran air, sebaiknya jangan langsung menyiramnya menggunakan air dingin.
Air bersuhu rendah justru akan mempercepat proses pembekuan minyak sehingga lebih mudah menempel pada dinding pipa.
Sebagai langkah awal, Anda dapat mengalirkan air panas secukupnya untuk membantu melarutkan sisa minyak sebelum mengeras. Namun, cara ini hanya disarankan jika memang terjadi secara tidak sengaja dan tidak boleh dilakukan terlalu sering.
Perlu diperhatikan pula bahwa tidak semua jenis pipa tahan terhadap suhu tinggi. Penggunaan air panas secara berlebihan juga dapat memperpendek usia pipa tertentu.
Kebiasaan Sederhana yang Bisa Mencegah Kerusakan Pipa
Membuang minyak jelantah pada tempat yang tepat merupakan kebiasaan sederhana yang memberikan banyak manfaat. Selain mencegah penyumbatan saluran air dan mengurangi risiko kerusakan pipa, langkah ini juga membantu menjaga kebersihan lingkungan.
Mulai sekarang, biasakan menampung minyak bekas memasak dalam wadah khusus. Jika memungkinkan, kumpulkan minyak jelantah untuk didaur ulang atau dijual sehingga limbah rumah tangga dapat dimanfaatkan kembali secara lebih bertanggung jawab.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














