BOGORTODAY.COM – Selama bertahun-tahun, mi instan sering dianggap sebagai makanan yang kurang sehat. Kandungan garam, lemak, dan proses pengolahannya membuat banyak orang mengaitkannya dengan berbagai risiko kesehatan.
Namun, di balik anggapan tersebut, kenyataannya mi instan masih menjadi salah satu makanan yang paling digemari di dunia. Bukan hanya karena murah, tetapi juga karena rasanya yang enak, praktis, dan mudah dibuat kapan saja.
Popularitas mi instan terus meningkat. Permintaan global terhadap makanan ini diperkirakan masih akan tumbuh dalam beberapa tahun ke depan karena semakin banyak orang memilih makanan cepat saji yang tetap memiliki cita rasa kuat.
Kenapa Mi Instan Sulit Ditolak?
Ada alasan ilmiah mengapa banyak orang sulit berhenti menikmati mi instan. Makanan ini memiliki kombinasi rasa yang mampu membuat otak merasa puas.
Perpaduan antara karbohidrat, lemak, garam, dan bumbu dengan rasa kuat membuat mi instan termasuk makanan yang memiliki tingkat “kenikmatan tinggi”. Sensasi inilah yang membuat banyak orang merasa nyaman setelah menyantap semangkuk mi hangat.
Apalagi ketika sedang lelah, sibuk, atau tidak punya banyak waktu untuk memasak, mi instan menjadi pilihan yang praktis. Cukup beberapa menit, makanan sudah siap disantap.
Berawal dari Jepang
Perjalanan mi instan dimulai dari Jepang pada 1958. Makanan ini diciptakan oleh Momofuku Ando, pendiri Nissin Foods, saat Jepang masih mengalami masa sulit setelah perang.
Saat itu, Ando ingin membuat makanan yang mudah dibuat, tahan lama, terjangkau, tetapi tetap memiliki rasa yang enak.
Ide tersebut muncul ketika ia melihat istrinya menggoreng tempura. Dari proses itu, ia menemukan bahwa mi yang digoreng bisa dikeringkan dan kembali matang ketika disiram air panas.
Hasil inovasi tersebut melahirkan Chicken Ramen, yang dikenal sebagai mi instan pertama di dunia. Beberapa tahun kemudian, tepatnya pada 1971, Nissin kembali membuat terobosan dengan menghadirkan Cup Noodles, yaitu mi instan dalam wadah yang lebih praktis.
Sejak saat itu, mi instan menyebar ke berbagai negara dan menjadi makanan yang dikenal hampir di seluruh dunia.
Indonesia Jadi Salah Satu Pecinta Mi Instan Terbesar
Saat ini, konsumsi mi instan dunia mencapai lebih dari 100 miliar porsi setiap tahun. China menjadi negara dengan konsumsi terbesar, disusul Indonesia yang juga memiliki jumlah penggemar mi instan sangat tinggi.
Di Indonesia, mi instan sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Makanan ini sering menjadi pilihan saat lapar tengah malam, teman saat bekerja, atau solusi cepat ketika tidak sempat memasak.
Namun, jika dilihat berdasarkan jumlah konsumsi per orang, beberapa negara Asia Tenggara seperti Vietnam juga memiliki tingkat konsumsi yang sangat tinggi. Di sana, mi instan tidak hanya dianggap makanan murah, tetapi mulai berkembang menjadi produk dengan berbagai pilihan rasa dan kualitas.
Bukan Lagi Sekadar Makanan Murah
Bagi sebagian orang, mi instan masih dianggap sebagai makanan sederhana. Namun, pandangan tersebut mulai berubah.
Beberapa koki bahkan melihat mi instan sebagai bahan makanan yang bisa dikreasikan menjadi hidangan menarik. Dengan tambahan bahan seperti sayuran, telur, daging, atau bumbu khusus, mi instan bisa diolah menjadi makanan dengan rasa yang berbeda.
Chef David Lai dari Hong Kong misalnya, menyebut mi instan sebagai salah satu makanan yang memberikan rasa nyaman. Menurutnya, tidak semua makanan harus selalu mewah untuk bisa dinikmati.
Ada waktu untuk menikmati hidangan restoran, tetapi ada juga momen ketika semangkuk mi instan hangat menjadi pilihan yang paling pas.
Tetap Nikmati dengan Bijak
Selain menjadi makanan praktis, mi instan juga memiliki peran lain dalam berbagai situasi. Karena mudah disimpan dan dibagikan, mi instan sering digunakan sebagai bantuan makanan saat terjadi bencana di berbagai negara.
Meski begitu, bukan berarti mi instan harus dikonsumsi setiap hari. Kandungan garam dan nutrisi yang tidak lengkap tetap perlu menjadi perhatian.
Menikmati mi instan sesekali tentu bukan masalah. Agar lebih seimbang, tambahkan bahan bergizi seperti telur, sayuran, atau sumber protein lainnya.
Pada akhirnya, mi instan bukan sekadar makanan murah. Ia adalah hasil inovasi yang berhasil mengubah cara banyak orang menikmati makanan. Selama dikonsumsi dengan porsi yang tepat, mi instan tetap bisa menjadi makanan sederhana yang menghadirkan rasa nyaman.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















