Kormi Kabupaten Bogor Jadikan Tari Strategi Promosi Wisata Malasari

kormi
ILUSTRASI : Berikut keterangan foto (caption) yang sesuai: Sejumlah penari membawakan tarian tradisional bernuansa Sunda dengan busana dan mahkota berwarna emas saat kegiatan Helaran Pajajaran di Kota Bogor, Jawa Barat. Gelaran ini menjadi salah satu bentuk pelestarian seni dan budaya lokal yang terus digalakkan di tengah masyarakat Bogor. FOTO: BOGORTODAY.COM/BAS

BOGORTODAY.COM – Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (Kormi) Kabupaten Bogor, Jawa Barat menjadikan seni tari sebagai instrumen promosi wisata. Sasarannya adalah Desa Malasari di Kecamatan Nanggung, salah satu wilayah terpencil di Kabupaten Bogor yang selama ini minim sentuhan.

Strategi ini diwujudkan lewat pergelaran tari di ruang terbuka bertajuk “Menari di Bogor“, yang akan digelar, Minggu (9/8/2026) mendatang. Kegiatan ini menargetkan 200 penari dari berbagai sanggar tari.

Ketua Kormi Kabupaten Bogor, Rike Iskandar mengatakan, pemilihan Malasari sebagai lokasi bukan tanpa perhitungan. Desa yang berjarak cukup jauh dari pusat Kabupaten Bogor itu dinilai menyimpan kekayaan alam dan budaya lokal yang berpotensi besar sebagai destinasi wisata.

BACA JUGA :  Dua Biawak Masuk Rumah Warga Cibadak Kabupaten Bogor

“Malasari adalah salah satu hidden gem yang menurut saya harus banyak orang tahu, salah satu sudut terindah di Kabupaten Bogor,” ujar Akew sapaan akrabnya, Jumat (17/7/2026).

Ia menyebut, animo sanggar-sanggar tari di Kabupaten Bogor terhadap kegiatan ini cukup tinggi, meski lokasi penyelenggaraan berada jauh dari jangkauan sehari-hari mereka. Kondisi itu membuat jumlah penari yang akan tampil diperkirakan bisa melampaui target awal 200 orang.

“Kebanyakan dari sanggar-sanggar tari di Kabupaten Bogor pada ikutan. Saya bilang, jauh loh. Mereka bilang gak apa-apa, kita sukseskan Menari di Bogor,” katanya.

BACA JUGA :  Wabup Bogor Minta 800 Koperasi Segera Gelar RAT ‎

Jika dikelola berkelanjutan, model promosi berbasis seni pertunjukan semacam ini berpotensi menjadi pintu masuk bagi pengembangan pariwisata di kawasan-kawasan Bogor yang selama ini berada di luar radar wisatawan, sekaligus memberi ruang ekspresi bagi komunitas seni lokal di luar pusat kota.

Sebagai catatan, pergelaran ini turut dirangkai dengan peringatan HUT RI ke-81 , dengan mengusung gagasan keselarasan antara manusia dan alam melalui medium tari.

“Acaranya sebenarnya gabungan, kita kolaborasi. Kita akan menyelaraskan antara manusia dengan alam melalui tarian,” tuntas Akew.

Bagi Halaman

Editor : Bas

Wartawan : Rifki Ramadhan

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================