
Selama MPLS, siswa akan mendapatkan 36 materi yang dibagi ke dalam tujuh tema utama, yaitu pengenalan lingkungan sekolah, pembentukan karakter, literasi dan numerasi, kesehatan serta perlindungan anak, literasi digital, kedisiplinan, hingga pencegahan perilaku berisiko seperti perundungan, penyalahgunaan narkoba, dan judi online.
Selain itu, siswa juga akan mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis, asesmen psikologis, pemetaan potensi diri, serta pembiasaan hidup di lingkungan asrama.
Taruna TNI-Polri Dampingi Siswa
Pada lima hari pertama MPLS, siswa akan didampingi Taruna TNI-Polri. Pendampingan ini bertujuan menanamkan disiplin, kemandirian, serta membiasakan siswa menjalani aktivitas sehari-hari secara tertib.
Meski demikian, Kemensos menegaskan seluruh kegiatan harus berlangsung dengan pendekatan yang ramah anak.
Kekerasan Tidak Ditoleransi
Gus Ipul memastikan tidak ada ruang bagi segala bentuk kekerasan selama MPLS berlangsung. Baik kekerasan fisik, kekerasan seksual, perundungan, maupun tindakan intoleransi akan ditindak tegas.
Menurutnya, siapa pun yang terbukti melakukan pelanggaran akan langsung diberhentikan tanpa melalui tahapan surat peringatan.
Kemensos juga mengajak masyarakat ikut mengawasi jalannya program Sekolah Rakyat. Jika menemukan dugaan pelanggaran, masyarakat dapat menyampaikan laporan melalui layanan Call Center 021-171 atau WhatsApp Center 0887-7171-171.
Dengan sistem yang lebih terstruktur dan pengawasan yang ketat, pemerintah berharap MPLS di Sekolah Rakyat menjadi awal yang baik bagi para siswa untuk belajar, berkembang, dan hidup mandiri di lingkungan pendidikan yang aman serta nyaman.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















