Panas! Iran Serang Pangkalan AS di Bahrain

BOGORTODAY.COM – Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas. Kali ini, militer Iran mengklaim telah melancarkan serangan drone yang menyasar pangkalan militer AS di Bahrain sebagai bagian dari fase ke-11 operasi yang mereka sebut “Saegheh”.

Menurut pernyataan militer Iran, target serangan adalah Pangkalan Udara Al-Sakhir yang disebut menjadi lokasi penempatan helikopter militer Amerika dan pesawat pengintai P-8. Serangan dilakukan menggunakan drone kamikaze jenis Arash sebagai balasan atas serangan AS yang, menurut Teheran, telah menghantam infrastruktur sipil dan menewaskan warga sipil di Iran.

Iran Ancam Balas Lebih Keras

Dalam pernyataannya, Iran menegaskan tidak akan tinggal diam jika kembali mendapat serangan. Teheran memperingatkan bahwa setiap tindakan yang dianggap mengancam akan dibalas dengan respons yang cepat dan tegas.

BACA JUGA :  5 Cara Bantu Anak Cepat Betah di Sekolah Baru

Pihak militer juga menekankan bahwa kemampuan tempur angkatan bersenjata Iran bersama Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) tidak boleh dianggap remeh. Mereka memperingatkan bahwa salah perhitungan dari pihak lawan bisa berujung pada konsekuensi yang lebih besar.

Bahrain Siaga

Tak lama setelah kabar serangan muncul, sirene peringatan serangan udara berbunyi di berbagai wilayah Bahrain. Pemerintah setempat langsung mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan segera menuju lokasi yang dianggap aman sebagai langkah antisipasi.

Konflik Belum Mereda

Hubungan Iran dan Amerika Serikat memang terus memanas dalam beberapa bulan terakhir. Rangkaian serangan yang melibatkan kedua negara membuat kawasan Teluk kembali berada dalam situasi yang tidak menentu.

Padahal, belum lama ini kedua negara sempat menandatangani nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan dengan tujuan meredakan konflik dan membuka jalan menuju perdamaian. Namun, perkembangan terbaru menunjukkan kesepakatan tersebut belum mampu menghentikan aksi saling serang.

BACA JUGA :  7 Tanda Kamu Hanya Dimanfaatkan dalam Hubungan, Kenali Sebelum Terlambat

Selat Hormuz Kembali Jadi Titik Panas

Beberapa hari terakhir, ketegangan juga meningkat di sekitar Selat Hormuz, jalur pelayaran penting bagi perdagangan minyak dunia. Iran dan Amerika Serikat dilaporkan kembali saling melancarkan serangan, sehingga memicu kekhawatiran bahwa konflik bisa meluas dan berdampak pada stabilitas kawasan maupun perekonomian global.

Situasi di Timur Tengah hingga kini masih terus berkembang. Berbagai negara pun terus memantau kondisi tersebut karena setiap eskalasi baru berpotensi memengaruhi keamanan regional dan jalur perdagangan internasional.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================