Waspadai 6 Tanda Hipertensi Mulai Merusak Jantung

Hipertensi
Ilustrasi Cek Tekanan Darah. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM Hipertensi atau tekanan darah tinggi sering disebut sebagai silent killer karena kerap tidak menimbulkan gejala pada tahap awal. Meski begitu, tekanan darah yang terus-menerus tinggi dapat merusak organ penting, terutama jantung.

Jika tidak dikendalikan, jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko penyakit jantung koroner, gagal jantung, hingga serangan jantung.

Karena itu, mengenali tanda-tanda kerusakan jantung akibat hipertensi sangat penting agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat.

  1. Mudah Sesak Napas

Sesak napas saat berjalan, naik tangga, atau melakukan aktivitas ringan bisa menjadi tanda kemampuan jantung memompa darah mulai menurun.

Pada kondisi yang lebih berat, sesak napas bahkan dapat muncul saat beristirahat atau ketika berbaring.

  1. Nyeri atau Rasa Berat di Dada

Tekanan darah tinggi dalam jangka panjang dapat merusak pembuluh darah yang memasok oksigen ke jantung.

Akibatnya, muncul rasa nyeri, tertekan, atau berat di dada, terutama saat beraktivitas atau sedang mengalami stres.

  1. Jantung Berdebar

Hipertensi juga dapat memengaruhi irama jantung. Penderitanya bisa merasakan detak jantung lebih cepat, berdebar, atau tidak beraturan.

BACA JUGA :  Pesan Jaro Ade di Proyek PSEL Bogor Raya: Jaga Kondusivitas Wilayah demi Nama Baik Bogor

Jika keluhan ini sering terjadi, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter karena bisa menjadi tanda gangguan irama jantung.

  1. Tubuh Mudah Lelah

Jantung yang tidak bekerja secara optimal membuat pasokan oksigen ke seluruh tubuh berkurang. Akibatnya, tubuh terasa cepat lelah meski hanya melakukan aktivitas ringan.

Apabila rasa lelah muncul terus-menerus tanpa penyebab yang jelas, jangan mengabaikannya.

  1. Kaki Bengkak

Pembengkakan pada kaki, pergelangan kaki, atau tungkai juga bisa menjadi tanda hipertensi telah berkembang menjadi gagal jantung.

Kondisi ini terjadi akibat penumpukan cairan di dalam tubuh dan sering disertai kenaikan berat badan dalam waktu singkat.

  1. Jantung Membesar

Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol membuat otot jantung terus bekerja ekstra. Lama-kelamaan, dinding bilik kiri jantung dapat menebal atau membesar.

Pada tahap awal kondisi ini sering tidak menimbulkan gejala, tetapi jika dibiarkan dapat menurunkan fungsi jantung dan meningkatkan risiko komplikasi serius.

Siapa yang Paling Berisiko?

BACA JUGA :  7 Cara Menunjukkan Kasih Sayang kepada Kucing yang Mudah Dipahami Anabul

Risiko kerusakan jantung akibat hipertensi lebih besar pada orang yang tekanan darahnya tidak terkontrol.

Selain itu, beberapa faktor lain juga dapat memperburuk kondisi, seperti:

  • Merokok
  • Diabetes
  • Kolesterol tinggi
  • Obesitas
  • Jarang berolahraga
  • Memiliki riwayat penyakit jantung dalam keluarga

Cara Mencegah Komplikasi

Kerusakan jantung akibat hipertensi sebenarnya bisa dicegah dengan menjaga tekanan darah tetap stabil dan menerapkan pola hidup sehat. Beberapa langkah yang dianjurkan antara lain:

  • Rutin memeriksa tekanan darah.
  • Minum obat sesuai anjuran dokter.
  • Mengurangi konsumsi garam dan makanan tinggi lemak jenuh.
  • Memperbanyak buah, sayur, dan makanan berserat.
  • Berolahraga minimal 150 menit setiap minggu.
  • Menjaga berat badan tetap ideal.
  • Berhenti merokok dan membatasi konsumsi alkohol.
  • Mengelola stres serta tidur yang cukup.

Jika Anda mengalami gejala seperti sesak napas, nyeri dada, jantung berdebar, atau kaki bengkak, terutama disertai tekanan darah tinggi yang sulit dikendalikan, segera periksakan diri ke dokter. Penanganan sejak dini dapat membantu mencegah kerusakan jantung yang lebih parah.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================