Biskita Transpakuan Angkut 1,5 Juta Penumpang Sepanjang 2026, Pendapatan Rp6,1 Miliar

Operasional BisKita Trans Pakuan Kota Bogor. (Foto: Bogortoday.com)

BOGORTODAY.COM – Layanan transportasi publik Biskita Transpakuan menunjukkan tren pertumbuhan yang sangat positif sepanjang Semester I Tahun 2026.

Dalam kurun waktu Januari hingga Juni 2026, angkutan umum berbasis skema Buy The Service (BTS) ini tercatat telah melayani sebanyak 1.557.744 penumpang di empat koridor aktif, dengan tingkat keterisian rata-rata (load factor) mencapai 60,49 persen.

Peningkatan kinerja tersebut menjadi indikator semakin tingginya tingkat kepercayaan masyarakat Kota Bogor terhadap kenyamanan dan efisiensi transportasi massal.

Selama periode enam bulan tersebut, Biskita mengoperasikan 45 unit armada siap jalan untuk melayani Koridor 1, Koridor 2, Koridor 5, dan Koridor 6.

Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor, Dody Wahyudin, menyampaikan bahwa peningkatan jumlah pengguna ini tidak lepas dari berbagai langkah korektif dan optimasi kualitas layanan. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah penambahan 35 titik henti (bus stop) baru sejak 4 Mei 2026.

BACA JUGA :  Daftar 6 Negara yang Dipastikan Lolos ke Piala Dunia 2030

“Penambahan titik henti dilakukan untuk memperluas aksesibilitas masyarakat terhadap layanan transportasi publik. Dengan semakin mudahnya masyarakat menjangkau halte maupun titik pemberhentian, tingkat penggunaan Biskita Transpakuan terus mengalami kenaikan yang konsisten,” ujar Dody dalam keterangannya, Senin (20/7/2026).

Berdasarkan evaluasi operasional, volume penumpang bulanan mencatatkan kenaikan yang signifikan. Pada Januari 2026, jumlah pengguna tercatat sebanyak 182.065 orang, lalu melonjak drastis hingga 313.605 orang pada Juni 2026.

Angka ini mencerminkan pertumbuhan volume penumpang sebesar 72,23 persen hanya dalam kurun waktu enam bulan.

Peningkatan paling mencolok terjadi pada Koridor 2 (Terminal Bubulak–Ciawi) yang menjadi kontributor penumpang terbesar. Pada Juni 2026 saja, koridor ini melayani 142.999 penumpang dengan tingkat keterisian (load factor) fantastis mencapai 140,81 persen.

Sementara itu, Koridor 1 (Terminal Bubulak–Cidangiang) juga mencatatkan tren positif dengan melayani 84.944 penumpang pada Juni 2026, serta tingkat keterisian berada di angka 73,19 persen.

BACA JUGA :  Lakukan Tour of Duty, Wali Kota Bogor Mutasi 15 Pejabat Administrator dan Pengawas

Seiring dengan melonjaknya volume penumpang, dari sisi penerimaan keuangan pun mencatatkan hasil yang manis. Total penerimaan Biskita Transpakuan selama Semester I-2026 berhasil menyentuh angka Rp6,11 miliar.

Pendapatan bulanan tercatat merangkak naik dari Rp610,9 juta pada Januari menjadi Rp1,25 miliar pada Juni 2026.

Capaian impresif ini menjadi pijakan kuat bagi Pemerintah Kota Bogor dalam menyusun peta jalan (roadmap) pengembangan Biskita Transpakuan untuk Tahun Anggaran 2027.

Ke depan, Pemkot Bogor berencana mengekspansi jaringan operasional menjadi enam koridor penuh dengan penambahan jumlah armada guna memperluas daya jangkau pelayanan.

Langkah pengembangan jaringan, penataan skema subsidi, hingga optimalisasi operasional armada ini diarahkan agar Biskita Transpakuan dapat menjadi tulang punggung sistem transportasi publik Kota Bogor yang berkelanjutan, efisien, dan inklusif.

Bagi Halaman

Wartawan : Aditya Nugraha

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================