
Pemkab Bogor selanjutnya akan melakukan kajian terhadap lahan, inventarisasi vegetasi, serta penyusunan roadmap pasar karbon. Kajian tersebut mencakup proses pengukuran emisi, potensi penyerapan karbon, mekanisme registrasi, hingga peluang perdagangan karbon melalui bursa nasional.
“Dengan roadmap yang jelas, kita ingin program penghijauan di Kabupaten Bogor memiliki manfaat lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi baru berbasis karbon yang dapat dikelola secara berkelanjutan,” kata Rudy.
Perwakilan PT TUV Rheinland Indonesia, Mukhsin Safiq, menyatakan kesiapan pihaknya untuk mendukung pengukuran emisi dan penyusunan program pasar karbon di Kabupaten Bogor.
Menurutnya, ketersediaan data vegetasi, lahan, serta sistem registrasi karbon menjadi faktor penting agar program penyerapan karbon daerah dapat masuk dalam skema perdagangan karbon nasional.
Pengembangan pasar karbon ini diharapkan menjadi salah satu instrumen pembiayaan hijau sekaligus memperkuat upaya Kabupaten Bogor dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan rendah emisi.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Diskominfo Kabupaten Bogor
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















