Mengapa Ada Orang Berambut Keriting? Ilmuwan Ungkap Ini

Rambut Keriting
Ilustrasi Rambut Keriting. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM Rambut keriting bukan sekadar dipengaruhi oleh bentuk helai rambut yang terlihat dari luar. Penelitian menunjukkan bahwa pola rambut seseorang sebenarnya sudah ditentukan sejak proses pembentukannya di dalam kulit kepala, tepatnya pada struktur kecil yang disebut folikel rambut.

Folikel merupakan tempat tumbuhnya setiap helai rambut. Bentuk dan susunan folikel inilah yang berperan besar dalam menentukan apakah rambut akan tumbuh lurus, bergelombang, atau keriting.

Bentuk Folikel Menentukan Pola Rambut

Dalam penelitian yang dilakukan pada 2005, para ilmuwan mempelajari struktur folikel rambut manusia untuk mengetahui asal-usul bentuk rambut.

Hasilnya menunjukkan bahwa pada individu berambut keriting, lengkungan rambut sudah mulai terbentuk ketika helai rambut masih berada di dalam folikel dan belum muncul ke permukaan kulit.

Jika folikel memiliki bentuk yang lurus atau tegak, rambut cenderung tumbuh lurus. Sebaliknya, folikel yang melengkung akan menghasilkan helai rambut yang ikut membengkok sejak awal pertumbuhannya.

Dengan kata lain, bentuk rambut telah “dirancang” sejak berada di bawah kulit kepala.

Perbedaan Pertumbuhan Sel Membentuk Rambut Keriting

Penelitian lanjutan menemukan bahwa proses pembentukan rambut ternyata tidak berlangsung secara seragam di seluruh sisi folikel.

Sel-sel pada satu sisi folikel berkembang dengan kecepatan berbeda dibandingkan sisi lainnya. Akibatnya, distribusi keratin—protein utama penyusun rambut—menjadi tidak merata.

BACA JUGA :  PMPL ID Fall 2026 Dimulai, 24 Tim Berebut Gelar Juara

Perbedaan tersebut membuat penampang rambut menjadi asimetris sehingga helai rambut lebih mudah melengkung atau membentuk ikal. Sebaliknya, rambut lurus memiliki struktur yang lebih seimbang sehingga tumbuh tanpa banyak lengkungan.

Bentuk Rambut Bersifat Genetik

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa karakteristik folikel rambut diwariskan secara genetik. Itulah sebabnya jenis rambut dalam satu keluarga sering kali memiliki kemiripan.

Folikel rambut sendiri merupakan organ biologis yang kompleks. Di dalamnya terdapat sel punca, pembuluh darah, hingga kelenjar yang bekerja sama membentuk helai rambut baru.

Ketika rambut sudah keluar dari kulit kepala, sel-selnya tidak lagi hidup atau berkembang. Rambut yang terlihat hanyalah serat keratin yang telah mati, sehingga bentuk yang terbentuk di dalam folikel akan tetap bertahan hingga rambut dipotong atau rontok.

Bentuk Rambut Tidak Ditentukan oleh Ras

Selama bertahun-tahun, jenis rambut sering dikaitkan dengan kelompok ras tertentu. Namun, tinjauan ilmiah yang diterbitkan pada 2019 menyebut anggapan tersebut tidak sepenuhnya tepat.

Para peneliti menemukan bahwa setiap populasi manusia memiliki variasi bentuk rambut yang sangat beragam. Memang ada pola tertentu yang lebih sering dijumpai pada garis keturunan tertentu, tetapi tidak ada satu jenis rambut yang hanya dimiliki oleh satu ras.

BACA JUGA :  Dedie Rachim Minta Perumda Tirta Pakuan Segera Salurkan Bantuan Air Bersih

Hal ini menunjukkan bahwa faktor genetik jauh lebih kompleks dibandingkan sekadar pengelompokan berdasarkan ras.

Rambut Keriting Diduga Membantu Mengatur Suhu Tubuh

Selain dipengaruhi faktor keturunan, ilmuwan juga mencoba memahami alasan evolusi di balik munculnya berbagai bentuk rambut pada manusia.

Salah satu penelitian yang dipublikasikan pada 2023 menguji kemampuan berbagai jenis rambut dalam melindungi kepala dari panas matahari.

Dalam eksperimen tersebut, peneliti menggunakan manekin termal yang dipasangi wig dengan beberapa tipe rambut, mulai dari lurus hingga keriting rapat, lalu menempatkannya di ruang dengan kondisi iklim yang terkontrol.

Hasilnya menunjukkan seluruh jenis rambut mampu mengurangi panas yang diserap kepala dibandingkan kondisi tanpa rambut. Namun, rambut keriting rapat memberikan perlindungan paling baik terhadap radiasi matahari dari atas.

Temuan itu memperkuat dugaan bahwa evolusi rambut keriting mungkin menjadi salah satu bentuk adaptasi manusia untuk membantu menjaga suhu kepala tetap lebih sejuk, terutama di lingkungan dengan paparan sinar matahari yang tinggi.

Meski demikian, para ilmuwan menegaskan bahwa penelitian mengenai evolusi bentuk rambut masih terus berkembang. Hingga kini, mekanisme biologis dan alasan evolusionernya masih menjadi salah satu topik menarik dalam kajian ilmu pengetahuan.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================