Pola Makan Pengaruhi Risiko Batu Ginjal, Batasi Makan Ini

Batu Ginjal
Ilustrasi Batu Ginjal. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM Batu ginjal merupakan salah satu gangguan pada saluran kemih yang terjadi akibat penumpukan mineral seperti kalsium, oksalat, dan asam urat hingga membentuk kristal di dalam ginjal. Selain kurang minum air putih, pola makan juga berperan penting dalam meningkatkan maupun menurunkan risiko terbentuknya batu ginjal.

Ahli gizi ginjal dari Kidney Care UK, dr. Katherine Dukic, menjelaskan bahwa beberapa jenis makanan dapat memicu pembentukan batu ginjal jika dikonsumsi secara berlebihan. Salah satu yang perlu diperhatikan adalah makanan dengan kandungan garam tinggi.

Menurutnya, konsumsi natrium berlebih dapat meningkatkan kadar kalsium yang dikeluarkan melalui urine. Semakin tinggi kadar kalsium dalam urine, semakin besar pula peluang terbentuknya batu ginjal. Karena itu, masyarakat disarankan membatasi konsumsi makanan olahan, makanan cepat saji, camilan asin, hingga bumbu instan yang umumnya mengandung banyak garam.

Selain garam, makanan tinggi oksalat juga perlu dikonsumsi secara bijak. Senyawa alami ini terdapat pada sejumlah bahan pangan seperti bayam, bit, kacang-kacangan, cokelat, dan teh hitam. Pada kondisi tertentu, oksalat dapat berikatan dengan kalsium di dalam urine dan membentuk batu ginjal.

BACA JUGA :  42.691 Warga Kabupaten Bogor Terdampak Kekeringan

Meski demikian, makanan tinggi oksalat tidak harus dihindari sepenuhnya. Mengonsumsinya bersamaan dengan makanan yang kaya kalsium justru dapat membantu mengurangi penyerapan oksalat di dalam tubuh.

Asupan protein hewani dalam jumlah berlebihan juga disebut dapat meningkatkan risiko batu ginjal. Daging merah, ayam, ikan, maupun telur dapat memicu peningkatan kadar kalsium dan asam urat dalam urine serta menurunkan kadar sitrat, yaitu zat yang berfungsi menghambat pembentukan batu.

Bagi penderita yang memiliki riwayat batu ginjal berulang, asupan protein hewani dianjurkan sekitar 40 hingga 50 gram per hari atau sesuai rekomendasi tenaga medis.

Di sisi lain, sejumlah makanan justru dapat membantu menurunkan risiko pembentukan batu ginjal. Produk susu, yogurt, keju, maupun makanan yang diperkaya kalsium menjadi sumber kalsium yang baik karena membantu mengikat oksalat di usus sehingga tidak banyak diserap tubuh.

Dukic menyarankan kebutuhan kalsium dipenuhi melalui makanan sehari-hari, bukan dari suplemen, kecuali jika direkomendasikan oleh dokter.

Pola makan yang kaya buah, sayuran, dan serat juga dinilai bermanfaat untuk menjaga kesehatan ginjal. Buah-buahan sitrus seperti lemon dan jeruk nipis mengandung sitrat alami yang dapat membantu menghambat pembentukan batu ginjal. Layanan Kesehatan Nasional Inggris (NHS) bahkan menyarankan menambahkan sekitar 60 mililiter air perasan lemon atau jeruk nipis ke dalam setiap satu liter air minum.

BACA JUGA :  3 Bagian Rumah yang Sebaiknya Jangan Dicat

Selain pola makan, faktor jenis kelamin juga memengaruhi risiko batu ginjal. Menurut Dukic, pria memiliki kemungkinan dua hingga tiga kali lebih besar mengalami batu ginjal dibandingkan perempuan.

Risiko tersebut diduga berkaitan dengan kombinasi faktor biologis dan gaya hidup, termasuk kebiasaan mengonsumsi protein hewani serta garam dalam jumlah lebih tinggi. Pria juga cenderung memiliki kadar kalsium dan oksalat urine yang lebih tinggi, sehingga peluang terbentuknya batu ginjal meningkat.

Meski demikian, langkah pencegahan utama tetap sama bagi semua orang, yaitu menerapkan pola makan seimbang, membatasi konsumsi makanan pemicu batu ginjal, serta memenuhi kebutuhan cairan setiap hari agar urine tetap encer dan fungsi ginjal terjaga.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================