BOGORTODAY.COM – Memiliki anak yang tumbuh menjadi pribadi sholeh dan sholehah adalah dambaan setiap orang tua. Selain menjadi kebanggaan keluarga, anak yang taat kepada Allah SWT juga merupakan investasi amal yang pahalanya terus mengalir, bahkan setelah orang tua meninggal dunia.
Namun, membentuk karakter anak yang beriman tidak cukup hanya melalui pendidikan, kasih sayang, dan pemenuhan kebutuhan hidup. Orang tua juga perlu mengiringi setiap ikhtiar dengan doa yang tulus kepada Allah SWT. Sebab, doa merupakan bentuk ketergantungan seorang hamba kepada Sang Pencipta dalam memohon kebaikan bagi keturunannya.
Al-Qur’an mengabadikan sejumlah doa yang dipanjatkan para nabi dan orang-orang saleh ketika memohon keturunan yang baik. Doa-doa tersebut dapat diamalkan oleh setiap muslim sebagai bagian dari usaha mendidik anak menjadi generasi yang bertakwa.
- Doa Memohon Anak Menjadi Penyejuk Hati
Allah SWT mengajarkan doa ini melalui Surah Al-Furqan ayat 74. Doa tersebut berisi harapan agar pasangan dan anak-anak menjadi penyejuk hati serta keluarga termasuk golongan orang bertakwa.
Arab:
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ اَزْوَاجِنَا وَذُرِّيّٰتِنَا قُرَّةَ اَعْيُنٍ وَّاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ اِمَامًا
Latin:
Rabbanaa hab lanaa min azwaajinaa wa dzurriyyaatinaa qurrata a’yuniw waj’alnaa lil-muttaqiina imaamaa.
Artinya:
“Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan dan keturunan yang menjadi penyejuk hati, serta jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.”
- Doa Istri Imran Saat Mengandung Maryam
Doa ini terdapat dalam Surah Ali Imran ayat 35. Isinya menggambarkan ketulusan seorang ibu yang menyerahkan anaknya kepada Allah SWT sejak masih berada dalam kandungan agar kelak menjadi hamba yang mengabdi kepada-Nya.
Arab:
رَبِّ اِنِّيْ نَذَرْتُ لَكَ مَا فِيْ بَطْنِيْ مُحَرَّرًا فَتَقَبَّلْ مِنِّيْ اِنَّكَ اَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ
Latin:
Rabbi innii nadzartu laka maa fii bathnii muharraran fataqabbal minnii, innaka antas-samii’ul ‘aliim.
Artinya:
“Ya Tuhanku, sesungguhnya aku menazarkan kepada-Mu apa yang ada di dalam kandunganku untuk beribadah kepada-Mu. Maka terimalah nazar itu. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
- Doa Memohon Perlindungan untuk Anak dan Keturunan
Masih dalam Surah Ali Imran ayat 36, doa ini dipanjatkan agar anak dan keturunannya selalu berada dalam perlindungan Allah SWT dari godaan setan.
Arab:
وَاِنِّيْٓ اُعِيْذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْطٰنِ الرَّجِيْمِ
Latin:
Wa innii u’iidzuhaa bika wa dzurriyyatahaa minasy-syaithaanir-rajiim.
Artinya:
“Aku memohon perlindungan-Mu untuknya dan anak cucunya dari godaan setan yang terkutuk.”
- Doa Nabi Zakaria Memohon Keturunan yang Baik
Nabi Zakaria AS memanjatkan doa ini dengan penuh keyakinan meski usia beliau telah lanjut. Allah SWT kemudian mengabulkan permohonannya dengan menganugerahkan Nabi Yahya AS.
Doa ini terdapat dalam Surah Ali Imran ayat 38.
Arab:
رَبِّ هَبْ لِيْ مِنْ لَّدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً اِنَّكَ سَمِيْعُ الدُّعَاۤءِ
Latin:
Rabbi hab lii mil ladunka dzurriyyatan thayyibatan innaka samii’ud-du’aa.
Artinya:
“Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku keturunan yang baik dari sisi-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar setiap doa.”
Doa yang singkat namun penuh makna ini tercantum dalam Surah Ash-Shaffat ayat 100. Melalui doa tersebut, Nabi Ibrahim AS memohon agar diberikan keturunan yang termasuk orang-orang saleh.
Arab:
رَبِّ هَبْ لِيْ مِنَ الصّٰلِحِيْنَ
Latin:
Rabbi hab lii minash-shaalihiin.
Artinya:
“Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku keturunan yang termasuk orang-orang saleh.”
- Doa Nabi Zakaria agar Tidak Hidup Tanpa Keturunan
Dalam Surah Al-Anbiya ayat 89, Nabi Zakaria AS kembali memohon kepada Allah SWT agar tidak dibiarkan hidup tanpa penerus.
Arab:
رَبِّ لَا تَذَرْنِيْ فَرْدًا وَّاَنْتَ خَيْرُ الْوٰرِثِيْنَ
Latin:
Rabbi laa tadzarnii fardaw wa anta khairul-waaritsiin.
Artinya:
“Ya Tuhanku, janganlah Engkau membiarkan aku hidup seorang diri tanpa keturunan, sementara Engkau adalah sebaik-baik pewaris.”
- Doa Nabi Ibrahim agar Anak Dijauhkan dari Kemusyrikan
Selain memohon keturunan, Nabi Ibrahim AS juga berdoa agar dirinya dan anak cucunya dijauhkan dari kesyirikan. Doa ini terdapat dalam Surah Ibrahim ayat 35.
Arab:
رَبِّ اجْعَلْ هٰذَا الْبَلَدَ اٰمِنًا وَّاجْنُبْنِيْ وَبَنِيَّ اَنْ نَّعْبُدَ الْاَصْنَامَ
Latin:
Rabbij’al haadzal-balada aaminaw wajnubnii wa baniyya an na’budal-ashnaam.
Artinya:
“Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini negeri yang aman dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku dari menyembah berhala.”
Doa merupakan salah satu ikhtiar terbaik yang dapat dilakukan orang tua dalam mendidik anak. Mengamalkan doa-doa yang diajarkan dalam Al-Qur’an, terutama setelah salat fardu atau pada waktu-waktu mustajab, menjadi bentuk harapan agar Allah SWT membimbing setiap langkah buah hati menuju jalan yang diridhai-Nya.
Semoga Allah SWT mengabulkan setiap doa yang dipanjatkan dan menganugerahkan kepada kita keturunan yang sholeh, sholehah, berbakti kepada orang tua, serta menjadi generasi yang bermanfaat bagi agama, bangsa, dan sesama.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















