
Susilawati menambahkan, kebijakan ini juga relevan dengan kondisi saat ini, di mana terdapat 280 kepala sekolah yang belum berstatus definitif, sementara baru ada 80 calon kepala sekolah yang siap ditetapkan.
“Termasuk kepala sekolah, ya dua jadi satu. Itu kan jadi lebih efisien. Apalagi sekarang ini ada 280 kepsek yang belum tetap,” ujarnya.
Susilawati berharap, penggabungan sekolah dapat berjalan lebih efektif, baik dari sisi efisiensi tenaga pendidik maupun pemanfaatan fasilitas. Selain itu, ia berharap sekolah hasil merger dapat menjadi lebih kondusif dibandingkan saat masih berdiri sendiri-sendiri.
“Harapannya bisa lebih kondusif. Soalnya kalau dua sekolah digabung dalam satu ‘rumah’, masing-masing biasanya punya kemauan sendiri, program sendiri, dan kepala sekolah yang berbeda. Ada juga sekolah yang kepala sekolahnya keras kepala,” tutup Susilawati.
Editor : Bas
Wartawan : Rifki Ramadhan
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















