Pemkot Bogor Targetkan Dua PSEL Beroperasi Mulai 2028

Dedie mengatakan kapasitas tersebut tidak hanya ditujukan untuk menangani sampah Kota Bogor, tetapi juga membuka peluang kerja sama dengan daerah sekitar seperti Kabupaten Bogor dan Kota Depok apabila diperlukan.

Di kawasan PSEL Kayumanis juga akan dibangun instalasi pengolahan air limbah (IPAL) skala kota serta fasilitas pengolahan residu pembakaran menjadi fly ash dan bottom ash (FABA). Material tersebut selanjutnya dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku produk konstruksi seperti paving block, kanstin, hingga campuran semen.

Pembangunan PSEL menjadi bagian dari program nasional percepatan pengelolaan sampah sekaligus pengembangan energi baru terbarukan. Pemerintah pusat menargetkan pembangunan 32 unit PSEL di berbagai daerah dengan kapasitas pengolahan 1.000 hingga 1.500 ton sampah per hari dan potensi menghasilkan listrik sekitar 34 megawatt (MW) per fasilitas.

BACA JUGA :  SAATNYA IGI JADI NARASUMBER DI KELOMPOK BELAJAR

Di Kota Bogor, volume sampah harian masih menjadi tantangan. Armada pengangkut saat ini hanya mampu mengirim sekitar 700 hingga 800 ton sampah per hari ke tempat pemrosesan akhir. Sementara sekitar 300 ton sisanya berpotensi menumpuk atau tidak tertangani secara optimal sehingga pemerintah mendorong penguatan sistem pengolahan sampah melalui PSEL yang terintegrasi dengan TPS 3R dan pemilahan sampah dari sumber.

Sementara itu, Direktur Utama Perumda Tirta Pakuan Rino Indira Gusniawan mengatakan pihaknya telah menyiapkan skema penyediaan air untuk operasional PSEL tanpa mengganggu layanan air bersih kepada masyarakat.

Ia menjelaskan kebutuhan air diperkirakan mencapai 1.000 hingga 1.500 meter kubik per hari, sebanding dengan kapasitas pengolahan sampah fasilitas tersebut.

BACA JUGA :  Kumpulan Doa agar Anak Cerdas, Saleh, dan Mudah Belajar

Menurut Rino, terdapat tiga opsi penyediaan air yang disiapkan, yakni memanfaatkan jaringan distribusi eksisting dengan kuota khusus, menerapkan sistem sirkulasi air industri, serta membangun intake dan instalasi pengolahan air (WTP) mandiri dari sumber sungai di sekitar lokasi.

“Kami memastikan kebutuhan air industri tidak mengganggu pasokan air bersih masyarakat. Keandalan suplai sangat penting agar operasional PSEL berjalan optimal,” kata Rino.

Ia menambahkan, kehadiran PSEL juga berpotensi meningkatkan pendapatan Perumda Tirta Pakuan melalui penambahan pelanggan sektor industri yang selama ini memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan perusahaan.

Halaman:
« 1 2 » Semua

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Diskominfo Kabupaten Bogor

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================