Kontraktor Trase Batutulis Masih Bandel Soal K3, Jenal Mutaqin Minta Aparatur Wilayah Layangkan Teguran

Truk bermuatan di Lokasi Proyek Trase Jalan Baru Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor. Foto: Dok. Bogortoday.com

BOGORTODAY.COM – Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, meminta aparatur wilayah untuk menegur kembali pihak kontraktor proyek Jalan Trase Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan. Pasalnya, pelaksana proyek dinilai masih membandel dan mengabaikan penerapan Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), terutama terkait ceceran tanah galian yang mengotori jalan dari kawasan Batutulis hingga depan Museum Pajajaran.

Jenal menegaskan bahwa kontraktor sebenarnya sudah memiliki komitmen untuk membersihkan sisa material setiap hari.

“Komitmennya adalah membersihkan jalan setiap sore setelah pekerjaan selesai. Namun, saya akan update lagi pelaksanaannya di lapangan seperti apa,” ungkap Jenal, Minggu (26/7/2026).

Menanggapi keluhan masyarakat, Jenal menyampaikan adanya masukan agar proses pembersihan jalur tidak hanya dilakukan sekali, melainkan dua kali dalam sehari.

BACA JUGA :  Jadwal 4 Wakil Indonesia di Perempat Final China Open 2026

“Ada masukan dari warga sebaiknya pembersihan dilakukan dua kali, yaitu pagi dan sore atau malam hari. Dengan begitu, jalan tidak begitu kotor oleh ceceran tanah bekas galian maupun tanah dari armada pengangkut yang melintas ke lokasi proyek,” paparnya.

Jenal menjelaskan, meskipun proyek tersebut merupakan program Pemerintah Provinsi Jawa Barat, penerapan K3 dan Standar Operasional Prosedur (SOP) tetap menjadi kewajiban mutlak yang harus dipatuhi oleh pihak ketiga selaku pelaksana pekerjaan demi keselamatan masyarakat.

“Kami sudah mengecek ke aparatur wilayah, baik Camat maupun Lurah yang melakukan pendampingan, untuk membicarakan isu K3 ini dan melayangkan teguran. Jika teguran lisan kedua ini tetap tidak diindahkan, kami akan berikan teguran secara tertulis,” tegas Jenal.

BACA JUGA :  Festival Merah Putih 2026 Siapkan 17 Agenda Megah di Kota Bogor

Sementara itu, Penanggung Jawab PT Promix Prima Karya, Hariyono, mengklaim bahwa pihaknya telah menerapkan standar K3 dan berupaya menjaga kebersihan jalan dari material proyek yang berpotensi mengganggu para pengguna jalan.

“Kami sudah melakukan langkah antisipasi. Ban mobil-mobil pengangkut tanah dibersihkan terlebih dahulu sebelum keluar dari area proyek. Kami juga menyiagakan tim yang selalu membersihkan ceceran tanah di jalan. Intinya, kami berupaya agar material proyek tidak mengganggu kenyamanan dan keselamatan masyarakat,” pungkas Hariyono.

Bagi Halaman

Wartawan : Aditya Nugraha

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================