Ilmuwan Ciptakan Stop Kontak Implan untuk Isi Daya Medis

Sebelum diuji pada manusia, teknologi IBO telah melewati tahap pengujian terhadap beberapa hewan percobaan.

Pada penelitian menggunakan mencit dan tikus, perangkat ini berhasil dihubungkan dengan antarmuka saraf untuk melakukan pengisian baterai sekaligus mengirimkan data dengan kecepatan hingga 16 Mbps.

Sementara itu, pengujian pada babi menunjukkan bahwa IBO mampu menyalurkan impuls listrik sebesar 20 mikroampere secara stabil. Struktur perangkat juga terbukti kuat karena tetap berfungsi meski bagian spons telah ditusuk jarum lebih dari 100 kali.

Dalam percobaan jangka panjang pada mencit, implan tersebut mampu bertahan selama satu tahun tanpa mengalami penurunan kinerja maupun menimbulkan masalah kesehatan yang berarti.

BACA JUGA :  Sering ‘Kretek’ Leher Bisa Sebabkan Stroke? Ini Penjelasan Ahli

Kapan Bisa Digunakan pada Manusia?

Meski hasil awal menunjukkan perkembangan positif, para peneliti menegaskan bahwa keamanan jangka panjang menjadi faktor utama sebelum teknologi ini diterapkan pada manusia.

Jennifer Gelinas, profesor pediatri dan neurobiologi UC Irvine, menyebut pengujian keamanan harus menjadi prioritas sebelum perangkat masuk ke tahap penggunaan klinis.

Dion Khodagholy mengatakan material yang digunakan dalam IBO sebelumnya telah memperoleh persetujuan dari FDA untuk beberapa jenis implan jangka panjang. Hal tersebut diyakini dapat membantu mempercepat proses pengembangan teknologi menuju penggunaan medis nyata.

Saat ini, tim peneliti bekerja sama dengan Advanced Research Projects Agency for Health (ARPA-H) untuk mengembangkan penerapan IBO pada bidang transplantasi mata. Mereka juga sedang mempersiapkan pengajuan izin Investigational Device Exemption (IDE) kepada FDA agar uji coba pada manusia dapat dimulai.

BACA JUGA :  Mengapa Ada Orang Berambut Keriting? Ilmuwan Ungkap Ini

Masa Depan Perangkat Medis Implan

Kehadiran Implantable Bioelectronic Outlet berpotensi mengubah cara perawatan perangkat medis yang tertanam dalam tubuh. Jika berhasil melewati seluruh tahapan pengujian, teknologi ini dapat mengurangi kebutuhan operasi berulang sekaligus membuat pemantauan dan perawatan implan menjadi lebih praktis.

Inovasi tersebut menjadi salah satu langkah baru dalam perkembangan teknologi bioelektronik yang menggabungkan ilmu kesehatan, teknik, dan kecerdasan perangkat medis masa depan.

Halaman:
« 1 2 » Semua

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================