Mahalul Qiyam Adalah Sholawat Maulid, Ini Bacaannya

“Engkau laksana matahari, laksana bulan purnama, bahkan cahaya di atas segala cahaya.”

6.

Arab

ﺃَﻧْﺖَ ﺇِﮐْﺴِﻴْﺮُ ﻭَﻏَﺎﻟِﻲ – ﺃَﻧْﺖَ ﻣِﺼْﺒَﺎﺡُ ﺍﻟﺼُّﺪُﻭْﺭِ

Latin

Anta iksiirun wa ghaalii, anta mishbaahush shuduuri.

Arti

“Engkau bagaikan permata yang sangat berharga dan menjadi pelita bagi hati.”

7.

Arab

ﻳَﺎ ﺣَﺒِﻴْﺒِﯽ ﻳَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪ – ﻳَﺎﻋَﺮُﻭْﺱَ ﺍﻟﺨَﺎﻓِﻘَﻴْﻦِ

Latin

Yaa habiibii yaa Muhammad, yaa ‘aruusal khaafiqaini.

Arti

“Wahai kekasihku Muhammad, penghias seluruh penjuru dunia.”

8.

Arab

ﻳَﺎ ﻣُﺆَﻳَّﺪْ ﻳَﺎﻣُﻤَﺠَّﺪْ – ﻳَﺎ ﺇِﻣَﺎﻡَ ﺍﻟﻘِﺒْﻠَﺘَﻴْﻦِ

Latin

Yaa mu-ayyad yaa mumajjad, yaa imaamal qiblataini.

Arti

“Wahai Nabi yang mendapat pertolongan Allah, wahai Nabi yang dimuliakan, pemimpin dua kiblat.”

BACA JUGA :  Resep Bubur Sumsum Lembut dengan Kuah Kinca Manis Gurih

9.

Arab

ﻣَﻦْ ﺭَﺃَﯼ ﻭَﺟْﻬَﻚَ ﻳَﺴْﻌَﺪْ – ﻳَﺎﮔﺮِﻳْﻢَ ﺍﻟﻮَﺍﻟِﺪَﻳْﻦِ

Latin

Man ra-aa wajhaka yas’ad, yaa kariimal waalidaini.

Arti

“Siapa saja yang memandang wajahmu akan memperoleh kebahagiaan.”

10.

Arab

ﺣَﻮْﺿُﻚَ ﺍﻟﺼَّﺎﻓِﯽ ﺍﻟﻤُﺒَﺮَّﺩْ – ﻭِﺭْﺩُﻧَﺎ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟﻨُّﺸُﻮْﺭِ

Latin

Haudlukash shaafil mubarrad, wirdunaa yauman nusyuuri.

Arti

“Semoga kami dapat mendatangi telagamu yang jernih dan sejuk pada hari kebangkitan.”

Tata Cara Membaca Mahalul Qiyam

Dalam tradisi pembacaan maulid, mahalul qiyam biasanya dibaca sambil berdiri. Berdiri saat melantunkan sholawat ini dipahami sebagai bentuk penghormatan kepada Rasulullah SAW.

Sejumlah ulama menjelaskan bahwa kebiasaan tersebut merupakan amalan yang baik karena mencerminkan rasa cinta dan pengagungan kepada Nabi Muhammad SAW. Praktik ini juga telah dilakukan oleh banyak ulama dari generasi ke generasi.

BACA JUGA :  Cara Ajukan Keringanan Pajak Kendaraan Bermotor di DKI

Meski demikian, berdiri saat membaca mahalul qiyam bukanlah kewajiban. Umat Islam tetap diperbolehkan membaca sholawat tersebut tanpa berdiri apabila memiliki uzur atau alasan tertentu.

Mahalul qiyam bukan sekadar rangkaian syair pujian, tetapi juga menjadi sarana untuk mempererat kecintaan kepada Rasulullah SAW. Dengan memahami makna setiap bait dan mengamalkannya dengan penuh kekhusyukan, umat Islam diharapkan dapat semakin meneladani akhlak mulia Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari.

Halaman:
« 1 2 » Semua

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================