BOGORTODAY.COM – Bangun pagi menjadi rutinitas penting bagi anak, terutama saat harus bersiap berangkat ke sekolah. Namun, tidak sedikit orang tua yang menghadapi tantangan karena anak sulit dibangunkan setiap pagi. Kondisi ini kerap memicu suasana terburu-buru hingga berujung pada drama sebelum memulai aktivitas.
Padahal, kesulitan bangun pagi tidak selalu disebabkan oleh rasa malas. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa ritme biologis setiap orang berbeda-beda dan dipengaruhi oleh faktor genetik. Meski demikian, ada berbagai cara yang dapat diterapkan agar anak lebih mudah bangun dan terbiasa menjalani rutinitas pagi.
Berikut enam langkah yang bisa dicoba orang tua untuk membantu anak bangun lebih mudah setiap hari.
- Pastikan Anak Mendapat Waktu Tidur yang Cukup
Kualitas dan durasi tidur menjadi faktor utama yang memengaruhi kemudahan anak saat bangun pagi. Anak membutuhkan waktu tidur lebih lama dibandingkan orang dewasa agar tubuh dan otaknya dapat beristirahat secara optimal.
Ciptakan suasana tidur yang nyaman dengan mengurangi cahaya di kamar serta membatasi penggunaan gawai sebelum tidur.
Rekomendasi durasi tidur berdasarkan usia meliputi:
- Bayi 4–12 bulan: 12–16 jam
- Balita 1–2 tahun: 11–14 jam
- Anak prasekolah 3–5 tahun: 10–13 jam
- Anak usia sekolah 6–12 tahun: 9–12 jam
- Remaja 13–18 tahun: 8–10 jam
- Bangunkan Anak dengan Sapaan Hangat
Cara membangunkan anak juga memengaruhi suasana hatinya. Mengawali pagi dengan ucapan penuh kasih seperti “Selamat pagi” atau “Ayah dan Ibu sayang kamu” dapat membuat anak merasa lebih nyaman dan siap memulai hari.
Sapaan yang positif membantu menciptakan suasana yang lebih menyenangkan dibandingkan membangunkan anak dengan nada tinggi.
- Beri Waktu untuk Menyesuaikan Diri
Tidak semua anak bisa langsung beraktivitas begitu membuka mata. Berikan beberapa menit bagi mereka untuk meregangkan tubuh, duduk santai, atau sekadar mengumpulkan semangat sebelum bersiap ke sekolah.
Waktu singkat ini dapat membantu anak beradaptasi sehingga tidak merasa terburu-buru.
- Hindari Membentak Saat Membangunkan
Membangunkan anak dengan berteriak justru berpotensi membuat suasana pagi menjadi lebih tegang. Anak bisa merasa tertekan, bahkan cenderung menghindari atau mengabaikan panggilan orang tua di kemudian hari.
Sebaliknya, bangunkan anak secara perlahan dengan suara lembut agar proses bangun tidur terasa lebih nyaman.
- Ajarkan Anak Bertanggung Jawab
Orang tua juga dapat melatih kemandirian anak dengan membiasakan mereka bangun sendiri. Jelaskan bahwa bangun tepat waktu merupakan tanggung jawab yang harus dipenuhi setiap hari.
Kebiasaan ini akan membantu anak belajar disiplin sekaligus memahami pentingnya mengatur waktu.
- Gunakan Alarm Lebih Awal
Memasang alarm sekitar satu jam sebelum waktu berangkat dapat membantu anak memiliki waktu lebih longgar untuk bersiap. Cara ini mengurangi risiko terburu-buru dan membuat rutinitas pagi terasa lebih tenang.
Selain alarm, orang tua tetap perlu mendampingi hingga anak benar-benar terbiasa bangun sesuai jadwal.
Membantu anak bangun pagi membutuhkan proses dan konsistensi. Dengan memastikan waktu tidur yang cukup, menciptakan suasana pagi yang positif, serta menerapkan rutinitas secara berulang, anak akan lebih mudah beradaptasi dan terbiasa memulai hari tanpa drama.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















