
Meski demikian, proses terbaliknya gunung es dapat berlangsung secara tiba-tiba tanpa tanda yang mudah dikenali. Saat keseimbangan bongkahan berubah, energi yang dilepaskan mampu menghasilkan gelombang besar dan arus kuat yang berpotensi membahayakan kapal kecil atau siapa pun yang berada terlalu dekat.
Para ahli menjelaskan bahwa fenomena ini dipicu oleh pencairan es yang berlangsung tidak merata pada bagian bawah gunung es. Karena sebagian besar volumenya berada di bawah permukaan laut, perubahan kecil akibat pelelehan dapat menggeser titik keseimbangan sehingga bongkahan es kehilangan stabilitas.
Ketika pusat gravitasinya berubah, gunung es akan berputar untuk mencapai posisi yang lebih seimbang. Proses inilah yang menyebabkan bongkahan es tampak terguling dan memunculkan sisi yang sebelumnya tersembunyi di bawah air.
Selain menghasilkan gelombang tinggi, peristiwa tersebut juga menciptakan turbulensi yang cukup kuat di sekitar lokasi. Oleh karena itu, para ahli mengingatkan wisatawan maupun pelaut untuk menjaga jarak aman dari gunung es yang mengapung, karena perubahan posisi dapat terjadi sewaktu-waktu.
Fenomena gunung es terbalik merupakan bagian dari dinamika alam di wilayah kutub. Meski tergolong normal, kejadian ini tetap menjadi pengingat akan besarnya energi yang tersimpan di balik bongkahan es raksasa yang tampak tenang saat mengapung di lautan.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















