Polisi Juga Razia Siswa Bolos

crop-1-(1)BOGOR TODAY –  Polres Bogor Kota menggelar operasi sayang anak, kema­rin. Sedikitnya, 40 orang siswa pelajar tertangkap membolos dan kedapatan tengah asik bermain di warnet.

Wakapolres Bogor Kota, Kompol Satya Widhi Widharyadi mengatakan pihaknya mengadakan operasi sayang anak untuk memberikan pembinaan ke­pada anak anak sekolah yang kedapatan kabur di jam sekolah sebagai pembuktian bahwa polisi juga mendukung program pendidikan. “Operasi kali ini hanya ber­sifat pembinaan jadi tidak ada yang kami bawa ke kantor,” ujar pria kelahiran Su­kabumi itu.

Satya juga menjelaskan operasi-operasi razia yang dijalankan oleh pihak polresta kali ini hanya mulai sejak pukul 09.00 hingga 11.00 WIB. “Diantara jam-jam tersebut rawan sekali anak-anak se­kolah pada kabur jadi ya, razia nya di jam itu,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Kemensos Usulkan Lansia dan Disabilitas Masuk Program MBG

Jebolan Akademi Kepolisian Tahun 2000 itu juga men­gatakan pihaknya akan rutin mengada­kan razia pelajar sep­erti saat ini. “Akan kita agendakan rutin, untuk saat ini mung­kin baru dua warnet yang kita razia di wilayah VIP Padjajaran dan warnet di ling­kungan VBI,” tuturnya.

Perwira melati satu itu juga menje­laskan bahwa pelajar yang tertangkap dalam operasi ini hanya akan diberikan pembinaan dan pendataan lalu di kembalikan ke sekolahannya kem­bali. “Ya, pelajar yang kami dapati ka­bur sekolah, kami data lalu kita arahkan untuk dikembalikan ke sekolah untuk diberikan pembinaan lebih lanjut dari pihak sekolah,” bebernya.

BACA JUGA :  Gagal Lolos SNBT 2026? Masih Ada Peluang Masuk PTN Lewat Jalur Mandiri, Ini Daftar Kampus yang Buka Pendaftaran Juni

Satya juga mengatakan dalam operasi ini sedikitnya pihaknya mendapati 40 orang dari sekolah-sekolah yang berbe­da. “Kurang lebih kami dapat 40 pelajar yang kedapatan tengah kabur pada jam pelajaran sekolahnya, ungkapnya.

Pihaknya menerjunkan belasan per­sonil binmas untuk menjaring pelajar-pelajar yang membolos. “Kami menurunk­an 15 personil untuk merazia anak-anak sekolah yang di warnet,” ujarnya.

(Guntur Eko Wicaksono)

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================