BOGOR-TODAY.COMAmoeba pemakan otak adalah jenis amoeba yang banyak ditemukan di perairan hangat seperti danau sungai, serta tanah. Amoeba ini dikenal dengan nama Naegleria fowleri.

Amoeba sendiri merupakan organisme bersel tunggal. Spesies Naegleria fowleri berkembang dengan baik di tempat dengan suhu di atas 46 derajat Celsius.

Apabila amoeba pemakan otak memasuki tubuh manusia, amoeba dapat menginfeksi otak dan selaput otak. Kondisi ini disebut dengan meningoensefalitis amoeba primer.

Seseorang dapat terinfeksi amoeba jika parasit tersebut masuk melalui hidung. Anda tidak akan terkena kondisi infeksi melalui minum air yang terkontaminasi amoeba.

Melansir Detik.com, Korea Selatan telah melaporkan pasien pertama infeksi amoeba Naegleria fowleri, atau yang biasa disebut ‘amoeba pemakan otak’.

Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KDCA) mengkonfirmasi, pasien tersebut adalah pria warga Korea berusia 50 tahun dan telah meninggal dunia imbas infeksi amoeba tersebut.

BACA JUGA :  MENJAGA AKIDAH ISLAM DI TENGAH BERAGAM ARUS PEMIKIRAN KEISLAMAN

KDCA melaporkan, pasien tersebut sempat melakukan perjalanan ke Thailand. Pasien kembali ke Korea pada 10 Desember 2022, setelah sempat empat bulan bertugas di Thailand. Keesokan harinya, ia dirawat di rumah sakit dan meninggal pada Rabu pekan lalu.

Untuk memastikan penyebab kematian, KDCA menyebut, pihaknya telah melakukan tes genetik pada tiga jenis patogen penyebab Naegleria fowleri pada pasien tersebut. Pengujian mengkonfirmasi gen dalam tubuh pria itu 99,6 persen mirip dengan gen yang ditemukan pada pasien meningitis yang dilaporkan di luar negeri.

Ini adalah kasus infeksi pertama yang ditemukan di Korea Selatan. Kasus pertama di dunia dilaporkan di Virginia pad 1937. Sebanyak 381 kasus infeksi Naegleria fowleri telah dilaporkan di seluruh dunia pada 2018, termasuk di India, Thailand, Amerika Serikat, China, dan Jepang.

BACA JUGA :  Telur Ceplok atau Telur Dadar? Ini Penjelasan Gizi di Balik Sorotan Presiden Prabowo pada Program MBG

KDCA melaporkan, gejala awal awal paparan amoeba ini berupa sakit kepala, demam, mual atau muntah, dan dapat berkembang menjadi sakit kepala parah, demam, muntah, dan leher kaku. Masa inkubasi Naegleria fowleri biasanya dari dua hingga tiga hari dan paling banyak hingga 15 hari.

“Untuk mencegah infeksi Naegleria fowleri, kami merekomendasikan untuk menghindari aktivitas berenang dan rekreasi, dan gunakan air bersih saat bepergian ke daerah yang melaporkan kasus infeksi,” kata Dr Jee Young-mee, yang mengepalai KDCA, dikutip dari The Straits Times, Selasa (27/12/2022).

Menurutnya, seseorang tidak dapat terinfeksi Naegleria fowleri dari air minum yang terkontaminasi. Risiko penularan tertinggi adalah ketika suhu air naik selama musim panas.

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================