Izin Investasi Rumit, Jokowi Kecewa

1407040jokowi34780x390JAKARTA, Today — Presiden Joko Widodo benar-benar kes­al melihat cara kerja para men­terinya yang lelet dalam me­mangkas birokrasi perizinan. Jokowi marah karena masih ada puluhan izin yang harus dilewati untuk berinvestasi di Indonesia. Sehingga untuk mengurus investasi di Indone­sia dibutuhkan waktu 2,5 ta­hun. ‘’Di Dubai ngurus izin in­vestasi cukup satu jam,’’ kata Jokowi dengan nada kesal.

Kekesalan Jokowi ini di­tumpahkan dalam rapat terba­tas yang digelar di kantor Ke­presidenan, Rabu (16/9/20150 satu jam setibanya dia dari kunjungan kenegaraan ke Uni Emirat Arab.

Dalam rapat, Jokowi mem­berikan contoh di sektor kelis­trikan, ada 49 perizinan den­gan masa waktu sekitar 2,5 tahun. Padahal saat pemerin­tahan baru dimulai, Jokowi sudah perintah­kan agar proses perizinan dipangkas dan dibuat sesimpel mungkin.

Jokowi masih ingat bahwa jumlah per­izinannya ada 49, dan lamanya setelah dihitung-hitung lebih dari 2,5 tahun atau 923 hari. Walaupun sudah ada usulan untuk penyederhanaan menjadi 25 perizinan, den­gan lamanya 250 hari, Presiden mengatakan bahwa itu bukan terobosan kalau angkanya masih seperti itu.

BACA JUGA :  Mengapa Dajjal Tidak Disebutkan Secara Langsung dalam Al-Qur’an?

Jokowi juga sempat menceritakan pen­galamannya saat berkunjung ke Dubai. Di salah satu emirat di Uni Emirat Arab itu, proses mengurus izin investasi cukup hanya selama 1 jam dan dilakukan dalam satu kan­tor yang sama.

“Mengurus izin bukan berhari-hari, tapi 1 jam selesai. Masuk ke satu ruangan, mer­eka minta beberapa dokumen yang sudah diketahui sebelumnya bahwa itu harus diba­wa copy-nya. Setelah diserahkan, pindah ke ruang lain untuk menandatangani dengan akta notaris permohonan tersebut, dan ke­mudian disuruh balik ke ruangan pertama, satu jam kemudian izinnya selesai,” katanya.

Rapat kabinet terbatas ini dihadiri Wa­pres Jusuf Kalla (JK) untuk membahas per­soalan investasi. Jokowi meminta agar para menteri segera mengeluarkan berbagai kebi­jakan terobosan. Hadir pula Menko Pereko­nomian Darmin Nasution, Menko Maritim Rizal Ramli, dan Menko Polhukam Luhut D Pandjaitan.

Kemudian Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, Menteri Energi dan ESDM Sudirman Said, Menteri Kelautan dan Peri­kanan Susi Pudjiastuti, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar, dan lain­nya.

BACA JUGA :  LPDP dan Kemenag Buka Pendanaan Riset MoRA the AIR Funds 2026, Dana Hingga Rp2 Miliar per Proposal

“FDI (Foreign Direct Investment) yang saya kira kita tahu semuanya, ini sangat tergantung sekali kepada kemudahan-ke­mudahan berusaha di Indonesia. Poin yang ingin saya berikan tekanan adalah dibutuh­kan langkah-langkah terobosan. Sekali lagi, dibutuhkan langkah-langkah terobosan un­tuk memberi kemudahan berinvestasi,” jelas Jokowi dengan nada tinggi.

Ini tentunya berlaku untuk semua inves­tor, baik dari asing maupun domestik. Bila investasi berhasil direalisasikan, akan mem­berikan dorongan besar untuk pergerakan ekonomi.

“Investor itu bisa lokal, bisa domestik, dan juga bisa asing. Semuanya harus diberi kemudahan-kemudahan, sehingga perger­akan ekonomi riil itu yang kita inginkan bet­ul-betul bisa bergerak,” papar Jokowi

Jokowi mengatakan, tingkat kemudahan berusaha di Indonesia masih sangat rendah dibandingkan negara-negara lainnya. Meski ada sedikit kenaikan pada 2015.

”Sekali lagi ini adalah perlu langkah-langkah konkret dalam mencapai target tersebut. Ini sebagai informasi, peringkat ke­mudahan berusaha di Indonesia pada 2015 mengalami peningkatan sedikit, yakni dari peringkat 117 menjadi 114 dari 189 negara,” tukasnya.

(Alfian Mujani)

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================