MEMBENTUK MURID MENJADI FAST GENERATION

FOTO OPINI_1
FOTO : IST

Oleh : Heru B Setyawan (Pemerhati & Aktivis Pendidikan)

PEMBACA yang budiman pasti bertanya-tanya, apa itu fast generation? Fast generation itu singkatan dari FAST yang merupakan kepanjangan dari Fatonah, Amanah, Sidik dan Tabligh, ya itu adalah sifat dan akhlak dari teladan kita semua yaitu Nabi Muhammad SAW.

Dalam diri Rasulullah SAW. sudah tertanam sifat dan akhlak baik yang harus dicontoh oleh murid. Sebagaimana dijelaskan sebuah hadist yang berbunyi: “Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah saw.

itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah SWT. dan (kedatangan) hari kiamat dan yang banyak mengingat Allah”. Baiklah penulis akan  bahas satu persatu.

BACA JUGA :  Apa Itu Soft Spoken? Mengenal Arti dan Ciri-ciri Kepribadian yang Lembut dan Menenangkan

Pertama, Fathonah berarti pandai atau cerdas. Pandai dalam hal duniawi memanglah sangat dianjurkan. Karena kita hidup memerlukan harta. Namun, perlu diketahui bahwa seorang muslim yang cerdas tidak cukup dengan memiliki banyak harta saja.

Mengenai muslim yang cerdas, Nabi mengatakan dalam sebuah hadist: “Orang yang paling banyak dalam mengingat kematian dan paling siap menghadapinya. Merekalah yang paling cerdas.

Mereka pergi dengan membawa kemuliaan di dunia dan kehormatan di akhirat (H.R. At-Tirmidzi)

Kedua, Amanah yang berarti dapat dipercaya. Sebagaimana dalam sebuah hadis Nabi Muhammad SAW bersabda: “Tidaklah sempurna iman seseorang yang tidak menjaga amanah” (H.R. Ahmad).

BACA JUGA :  Resep Semur Ayam Kentang Manis Gurih, Menu Rumahan Favorit yang Bikin Nambah Nasi

Banyak contoh pejabat yang tidak amanah, akhirnya tidak dipercaya lagi oleh rakyatnya. Bahkan karena tidak amanah, pejabat tersebut bisa masuk hotel prodeo, alias masuk penjara.

Ketiga, Sidik artinya jujur dan berkata benar. Hal demikian terdapat dalil Al-Qur’an artinya: “Wahai orang-orang yang beriman!

Jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya, agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan (kecerobohan), yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu (Q.S. Al-Hujurat: 6).

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================