Mengapa kawasan Tangerang, terutama Tangerang Selatan menjadi sorga investasi properti? Jawabannya sederhana, Pemerintah Kota Tangerang Selatan sangat ramah investasi. Walikota Airin Rachmi Diani sangat mensuport semua kegiatan investasi, terutama di bidang properti dan perhotelan.
Oleh : Alfian Mujani
[email protected]
Bayangkan kalau prilaku pemerintah daerahnya seperti di Kota Bogor. Sangat tidak ramah invetasi dengan dalih yang tidak rasional. Para investorÂpun merasa dihantui oleh anÂcaman pencabutan izin dan tidak adanya kepastian hukum. Contohnya yang menimpa HoÂtel Amarossa diancam mau dipenggal dua lantai. Juga yang menimpa investor proyek reÂvitalisasi Terminal BaranangÂsiang, mereka sudah mengÂhabiskan puluhan miliar tetapi Pemkot belum juga mengizinÂkan untuk dimulainya pembanÂgunan konstruksi.
Tak jauh berbeda denÂgan pengalaman buruk yang menimpa Lippo Group yang berniat mengambilalih PanÂgrango Plaza yang saat ini jadi sarang hantu. ‘’Izin sudah kita urus setahun lebih, sampai saat ini belum keluar juga,’’ ujar sumber di Lippo Group kepada Bogor Today, Minggu (8/11/2015)
Kondisi ini sangat jauh berÂbeda dengan Pemerintah Kota Tangerang Selatan. Airin dan timnya bahu membhu memÂbantu para investor untuk masuk ke wilayah mereka. Tak segan-segan Airin menyÂerahkan beberapa kawasan kepada pihak swasta untuk dibangun sesuai dengan kebuÂtuhan swasta dan masyarakat. Contohnya BSD City, Bintaro Jaya.
Hasilnya dahsyat. BSD City kini menjadi kota mandiri bertaraf internasional. BerÂbagai fasilitas bertaraf dunia hadir di sini mulai kampus Universitas Jerman-Swiss, Kampus Prasetia Mulia, UniÂversitas Bina Nusantara. PuÂluhan investor di bidang perÂhotelan pun berdatangan ke kawasan ini karena BSD City telah membangun infrastrukÂtur yang sangat mendukung terselenggaranya even-even internasional seperti IndoneÂsia International Motor Show, dan konser megabintang duÂnia bergantian dihadirkan di sini.
Begitu juga di kawasan BinÂtaro Jaya. Wilayah yang duluÂnya hutan karet, kebun rambuÂtan, dan kebun melinjo ini, kini berubah menjadi kawasan peÂmukiman elite. ‘’Harga rumah di kawasan ini paling murah Rp 1,2 miliar. Padahal, 10 tahun lalu masih 175 juta rupiah saja,’’ ujar Yulian Warman, salah satu penghuni Cluster Kebayoran Lama Resident, Bintaro Jaya, Tangerang Selatan.
Berdasarkan survei propÂerti, Tangerang Selatan menÂempati urutan teratas seteÂlah Jakarta Selatan sebagai kawasan yang paling diminati masyarakat untuk membeli properti. Tangerang Selatan berada di atas Kota Depok dan Bogor.
Mengapa Bogor tidak bisa? Seharusnya Kota Bogor bisa lebih hebat dari Tangerang Selatan karena Bogor memiÂliki sejuta magnet. Sayangnya Pemerintah Kota Bogor sangat tidak ramah investasi. Para investor bidang properti dan perhotelah merasa tidak aman, sebab bisa saja izin usaha mereÂka dibatalkan atau digantung ketika bergantian rezim.
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















