Hanif Faisol: Pemerintah Tindak Tegas Alih Fungsi Lahan yang Merusak Lingkungan

Menteri LH, Hanif Faisol dan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan. (Bogortoday.com)

BOGORTODAY.COM – Pemerintah serius dalam menekan alih fungsi lahan yang merusak lingkungan. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dan Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq turun langsung, pada Kamis (13/3/2025) untuk menyegel kawasan Gunung Geulis Country Club di Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor.

Penyegelan dilakukan karena kawasan yang seharusnya menjadi kawasan lindung dan resapan air tersebut nyatanya telah berubah menjadi lapangan golf. Bentang alam di hulu ini memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem sungai di bagian tengah dan hilir, terutama dalam mencegah banjir. Jika resapan air terhambat, aliran air bawah tanah dapat tersumbat dan mengakibatkan banjir bandang.

BACA JUGA :  Pemakaman Kenegaraan Ayatollah Ali Khamenei Diundur hingga Akhir Juni atau Awal Juli

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan menekankan bahwa ketahanan pangan tidak dapat dipisahkan dari kelestarian lingkungan. Kerusakan di hulu sungai telah terbukti memicu bencana yang secara langsung berdampak pada pertanian di hilir.

“Pangan bisa swasembada kalau lingkungannya bagus. Tapi kalau banjir bandang datang, sawah-sawah di Bogor dan Bekasi bisa habis, karena hulunya sudah rusak,” ujar Zulhas.

Ia juga menyoroti perlunya tata kelola lingkungan yang lebih bersih, transparan, dan berorientasi jangka panjang.

“Kalau kita ingin maju, semua aspek harus dibenahi. Clean and clear government itu penting, mulai dari perizinan, tata ruang, hingga pengelolaan lingkungan,” tambahnya.

BACA JUGA :  Inspektorat Kabupaten Bogor Tunggu Kabar Polres soal Dugaan Jual Beli Jabatan

Sementara Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menegaskan bahwa penyegelan ini bukan hanya tindakan hukum, tetapi bagian dari evaluasi total terhadap lanskap DAS Bekasi yang semakin tidak terkendali akibat alih fungsi lahan besar-besaran.

Alih fungsi lahan yang tidak terkontrol telah memperparah aliran permukaan dan meningkatkan risiko banjir. Kami ingin memastikan bahwa tata ruang benar-benar mendukung keseimbangan ekologi, bukan malah memperburuk kondisi alam,” tegasnya.

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================