
BOGORTODAY.COM – Pagelaran Budaya dalam rangka Hari Jadi Bogor (HJB) ke-543 digelar meriah di AEON Mall Sentul City, bekerja sama dengan Frida Aulia Indonesia. Acara ini melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari budayawan, seniman, pelaku UMKM, organisasi masyarakat, pelajar, hingga unsur pemerintahan dari Kota dan Kabupaten Bogor.
Lebih dari 300 penampil unjuk kebolehan selama sepekan penuh, dari tanggal 2 hingga 8 Juni 2025. Berbagai karya seni dan pertunjukan memenuhi area Canal Stage Ground Floor AEON Mall Sentul City, mulai dari ecoprint, batik, kerajinan tangan, tari, nyanyian, hingga pertunjukan musik angklung.
Rangkaian kegiatan Pagelaran Budaya dalam rangka HJB ke-543 di hari pertama, dibuka dengan Festival Ecoprint se-Jawa Barat, menampilkan karya-karya ramah lingkungan dari para perajin kreatif.
Lanjut ke hari kedua, panggung diisi oleh penampilan seni dari siswa-siswi TK hingga SMK Kesatuan Kota Bogor. Sebuah suguhan istimewa dari generasi muda yang mencintai budaya sejak dini.

Memasuki hari ketiga, digelar Festival Jamming Line Dance bertema batik, serta pertunjukan Wanita Bogor Berkebaya yang melibatkan berbagai sanggar tari.
Di hari keempat, para perajin dari seantero Bogor unjuk keterampilan dalam Workshop Kerajinan Tangan, yang melibatkan 25 crafter dengan karya-karya unik dan inspiratif.
Suasana semakin semarak di hari kelima, dengan digelarnya Suara Loka, kompetisi bernyanyi yang mempertemukan talenta vokal dari berbagai latar belakang.
Pada hari keenam, penonton disuguhkan dengan pertunjukan istimewa” Belantara Budaya Indonesia Menari”, menghadirkan tarian-tarian dari berbagai daerah sebagai bentuk penghormatan terhadap keberagaman budaya Nusantara.
Dan di hari ketujuh, rangkaian kegiatan ditutup dengan meriah lewat Parade Angklung, yang melibatkan ratusan pemain dari berbagai komunitas, serta Fashion Show karya para desainer lokal yang mengangkat kekayaan motif batik dan ecoprint khas Jawa Barat.
Frida Aulia, selaku panitia Pagelaran Budaya sekaligus pemilik Batik Neng Geulis, menjelaskan bahwa tujuan utama dari pagelaran ini adalah menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya Indonesia, khususnya Bogor.
“Kami ingin kegiatan ini berlangsung tidak hanya saat Hari Jadi Bogor saja, tetapi bisa menjadi acara rutin yang mendekatkan budaya kepada generasi muda. Bukan budaya yang keluar, tetapi ke-Indonesiaan yang dikenal dan dicintai,” ujar Frida kepada Bogortoday.com, pada Minggu (8/6/2025).
Ia menambahkan, di hari terakhir penampilan kesenian angklung melibatkan dari 10 komunitas dengan total sekitar 250 pemain. Sementara fashion show menghadirkan karya dari empat desainer, terdiri dari dua desainer batik dan enam desainer ecoprint dari Jawa Barat.

Frida juga berharap agar acara ini ke depannya bisa melibatkan lebih banyak elemen dan mendapat dukungan lebih besar dari pemerintah.
Sementara itu, Plh Sekda Kota Bogor, Irwan Riyanto, turut hadir dan mengapresiasi penyelenggaraan acara ini.
“Hari ini kita patut berbahagia dan berbangga. Meskipun umur berkurang, tetapi Kota dan Kabupaten Bogor justru semakin keren dan berkembang,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara Kota dan Kabupaten Bogor agar terus terjalin dengan baik.
“Insya Allah, dengan adanya pagelaran budaya seperti ini, Kota dan Kabupaten Bogor bisa melahirkan kebanggaan bersama, tidak hanya lokal tapi juga nasional,” pungkasnya.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















