Menteri Perdagangan Bongkar Jurus UMKM Tembus Ekspor, Transaksi Sudah Capai Rp 1 T

Menteri Perdagangan
Foto: Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso saat ditemui usai menghadiri rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa (20/5/2025).

BOGORTODAY.COM, JAKARTAMenteri Perdagangan, Budi Santoso, memaparkan strategi yang diterapkan Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk meningkatkan daya saing pelaku UMKM, baik di pasar domestik maupun internasional. Salah satu hasil nyata dari upaya ini adalah capaian nilai ekspor UMKM yang mencapai Rp1 triliun hingga Mei 2025.

Budi menjelaskan bahwa Kemendag telah menyusun rencana jangka menengah melalui berbagai program kurasi produk lokal, yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan ritel dalam negeri sekaligus membuka peluang ekspor.

“Ada dua hal ya kalau kita ngomongin kurasi produk. Yang pertama adalah untuk pasar dalam negeri, yang kedua pasar ekspor,” ujar Budi (25/6/2025).

BACA JUGA :  7 Ciri Orang Berjiwa Tua, Lebih Menyukai Makna Hidup daripada Tren Sesaat

Untuk pasar lokal, Kemendag memberikan dukungan agar produk UMKM bisa masuk ke jaringan ritel besar, termasuk department store. Langkah ini selaras dengan Permendag Nomor 18 Tahun 2022, yang mewajibkan 30% ruang ritel diisi oleh produk UMKM.

“Memang gini, syaratnya adalah daya saing. UMKM itu produknya harus memiliki daya saing. Sehingga mereka ketika produknya dipajang atau ditampilkan, itu jadi terjual,” jelas Budi.

Guna meningkatkan daya saing tersebut, Kemendag juga menyediakan pelatihan yang mencakup pengembangan desain, kemasan, dan kualitas produk.

Selain itu, pemerintah juga menjalankan program khusus bernama UMKM BISA (Berani Inovasi, Siap Adaptasi), yang dirancang untuk membantu UMKM menembus pasar ekspor.

BACA JUGA :  Terbungkus Handuk Cokelat, Bayi Perempuan Ditemukan Terlantar di Semak-semak

“Berani inovasi itu bagaimana kita melihat sebuah UMKM itu dari sisi bisnisnya. Kalau mau ekspor, ya harus punya daya saing. Barangnya harus bagus, manajemennya juga bagus, ya artinya siap ekspor,” terang Budi.

Bagian Siap Adaptasi dari program ini menekankan pentingnya pemahaman terhadap pasar global berbasis data. Melalui dukungan dari atase perdagangan dan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) di 30 negara, Kemendag secara rutin menyelenggarakan kegiatan business matching.

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================