BOGORTODAY.COM – Sejumlah Menteri dan pimpinan lembaga dalam Kabinet Merah Putih yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto menyampaikan permohonan penambahan anggaran kepada Kementerian Keuangan. Permintaan tersebut cukup besar, bahkan ada yang mencapai hingga Rp184 triliun.
Alasan utama pengajuan tambahan anggaran ini adalah untuk mendukung target ambisius pembangunan nasional yang telah dicanangkan dalam pemerintahan Prabowo. Permohonan ini diajukan dalam rapat anggaran kementerian dan lembaga untuk tahun 2026 yang juga melibatkan Badan Anggaran (Banggar) serta berbagai komisi di DPR RI.
Permintaan masif ini mendapat perhatian khusus, mengingat tekanan terhadap anggaran negara dan ambisi besar yang dicanangkan pemerintahan ke depan.
Beberapa pejabat yang mengajukan tambahan anggaran antara lain:
Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi
Budi Arie mengajukan tambahan dana sebesar Rp5,98 triliun untuk tahun anggaran 2025. Dana ini difokuskan untuk penguatan Koperasi Desa Merah Putih, dengan rincian Rp340 miliar untuk manajemen dan Rp5,6 triliun untuk sektor perkoperasian. Jika disetujui, total anggaran Kemenkop menjadi lebih dari Rp6,45 triliun. Tambahan ini sejalan dengan Inpres No. 9 Tahun 2025 yang memprioritaskan pembentukan koperasi di desa dan kelurahan.
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin
Sjafrie mengusulkan dana tambahan sebesar Rp184 triliun, yang menurutnya sangat dibutuhkan karena pagu indikatif saat ini tidak mencukupi untuk memenuhi berbagai kebutuhan pertahanan, seperti pembinaan personel TNI, pemeliharaan alat utama sistem persenjataan (alutsista), hingga pengadaan persenjataan baru.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian
Tito mengajukan penambahan anggaran Rp3,14 triliun. Dana tersebut akan digunakan untuk pelaksanaan arahan Presiden di daerah, program prioritas nasional dalam RPJMN 2025–2029, serta kebutuhan belanja wajib yang tidak dapat ditunda. Dengan tambahan ini, total anggaran Kemendagri untuk 2026 menjadi Rp6,39 triliun.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid
Kemkomdigi mengajukan tambahan anggaran Rp12,6 triliun dari pagu awal Rp7,75 triliun. Tambahan ini dibutuhkan untuk pembangunan akses internet di Papua, keberlangsungan Pusat Data Nasional, dan pengembangan teknologi AI sebagai bagian dari transformasi digital nasional.
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















