BOGORTODAY.COM – Kabupaten Kepulauan Sangihe terletak di ujung timur laut Sulawesi Utara dan berbatasan langsung dengan Mindanao, Filipina. Wilayah ini dicirikan dengan kondisi geografis dan hidrologis yang unik sebagai kepulauan vulkanik. Kombinasi aktivitas vulkanik, topografi berbukit curam, dan banyak pulau kecil membentuk sistem perairan tawar yang khas, didominasi oleh sungai-sungai pendek, berarus deras, dan jernih.
Tipe habitat seperti ini sangat penting untuk kelangsungan hidup spesies ikan tertentu, terutama yang bersifat amphidromous, yaitu ikan atau hewan yang melakukan migrasi antara air tawar dan air asin, tetapi tidak untuk tujuan berkembang biak. Oleh karena itu, mereka bergantung pada perairan yang kaya oksigen.
Posisi geografis dan sejarah geologis Sangihe yang terisolasi menjadikannya laboratorium alami untuk spesiasi, yang mengindikasikan bahwa komunitas ikan air tawarnya mungkin telah berevolusi secara terpisah, menghasilkan adaptasi unik dan spesies endemis yang belum ditemukan. Hal tersebut seakan menggugah siapa saja, khususnya ichthyologist (pemerhati ikan) untuk menguak lebih dalam tentang spesies-spesies air tawar yang ada di Sangihe.
Ada tiga kelompok spesies yang berhasil diamati, yaitu kelompok ikan gobi, ikan kuhlia, dan udang air tawar. Untuk kelompok spesies ikan gobi, tim Burung Indonesia berhasil mengamati Giuris viator, Giuris tolsoni, Eleotris sp., Lentipes arnatus, Sicyopterus lagocephalus, Sicyopus zosterophorus, S. atropurpureus, Stiphodon semoni, dan Stiphodon surrufu. Sementara kelompok ikan kuhlia atau kanamaheng (bahasa lokal), yaitu Kuhlia marginata dan Kuhlia rupestris. Terakhir, udang air tawar yang berhasil teridentifikasi adalah Caridina sp., Macrobrachium sp., atau urang (bahasa lokal), dan Atyopsis sp. atau bebawing (bahasa lokal).

Peran Ekologis
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















