Pemberontakan Ranggalawe: Awal Pertumpahan Darah dalam Sejarah Majapahit

Pemberontakan Ranggalawe
Ilustrasi Perang Pemberontakan Ranggalawe. (Foto: Wikipedia)

BOGORTODAY.COM Pemberontakan Ranggalawe di Tuban menjadi salah satu catatan penting dalam sejarah awal berdirinya Kerajaan Majapahit.

Konflik ini tidak hanya menggambarkan pertarungan fisik, tetapi juga intrik politik yang melibatkan tokoh-tokoh utama kerajaan yang baru berdiri tersebut.

Ranggalawe adalah seorang bangsawan Tuban yang memiliki loyalitas tinggi terhadap Dyah Wijaya, pendiri Kerajaan Majapahit.

Namun kesetiaan itu berubah menjadi kemarahan setelah Dyah Wijaya, yang kemudian bergelar Raden Wijaya, memilih Nambi sebagai Patih kerajaan, bukan Lembu Sora—sahabat sekaligus tokoh yang dianggap Ranggalawe lebih layak karena jasa-jasanya.

BACA JUGA :  LPDP Buka Beasiswa Co-Funding 2026, Kesempatan Kuliah S2 di China, AS, hingga Indonesia

Merasa keputusan itu tidak adil, Ranggalawe pulang ke Tuban dengan hati penuh kekecewaan. Di sinilah titik awal konflik bermula.

Dalam Serat Pararaton, disebutkan bahwa Mahapati Halayuda menghasut Nambi, menuduh Ranggalawe tengah merencanakan pemberontakan terhadap kekuasaan Raden Wijaya. Tuduhan ini memperkeruh suasana dan membuat Raden Wijaya segera bertindak.

BACA JUGA :  Perdana, Peringatan HJB ke-544 Digelar di Citalahab Malasari

Menanggapi kabar itu, Raden Wijaya memerintahkan tiga panglima kepercayaannya—Nambi, Lembu Sora, dan Mahisa Nabrang—untuk membawa pasukan menuju Tuban. Bentrokan pun tak terhindarkan.

Dikutip dari buku Hitam Putih Kekuasaan Raja-Raja Jawa: Intrik, Konspirasi, Perebutan Harta, Tahta dan Wanita, pasukan Ranggalawe sempat meninggalkan Tuban untuk menghindari konflik langsung.

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : iNews

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================