NAMA juragan minyak, Muhammad Riza Chalid, jadi populer dua minÂggu belakangan ini. Selama ini sosok Riza hanya dikenal bak hantu di beÂlakang layar dunia minyak Indonesia bahkan perpolitikan tanah air. Bos Global Resource Energy ini menjadi perbincangan publik karena namanÂya disebut dalam transkrip percakaÂpan antara Ketua DPR Setya Novanto dan Presdir PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin.
Riza atau Reza Chalid dulu dikeÂnal dekat dengan pentolan Cendana, Bambang Trihadmodjo. Selama berÂtahun-tahun dia mengendalikan PerÂtamina Energy Trading Ltd (PETRAL), anak usaha PT Pertamina.
Karena dia menjadi besar dan menÂdominasi bisnis itu, diapun disebut-sebut sebagai “penguasa abadi bisnis minyak†di Indonesia. Setelah kekuaÂsaan rezim Suharto dan Orde Baru berakhir, dia mendekat ke Cikeas dan kubu Yudhoyono dan bermitra dengan Hatta Rajasa, orang penting dari Partai Amanat Nasional (PAN).
Menurut catatan Goerge Junus AditÂjondro dalam “Gurita Bisnis Cikeasâ€, Riza Chalid harus membayar premi kepada keluarga Cikeas sebesar 50 sen dolar per barrel minyak. Inilah yang membuat Dirut Pertamina saat itu, Karen Agustiawan gerah, dan akhirnya mundur teratur dari jabatannya. Riza Chalid bagaikan kunci Kotak Pandora aliran dana komisi dari kegiatan impor BBM selama puluhan tahun.
Pada pemilihan presiden yang lalu, Riza Chalid mendukung kubu Prabowo dan Golkar, yang bersatu untuk mengÂhentikan lajunya popularitas Jokowi. Pria yang jarang tampil di publik ini disebut-sebut mendanai berbagai media untuk mendiskreditkan duet Jokowi-Jusuf Kalla.
Riza Chalid jugalah yang mengeÂluarkan uang miliaran untuk memÂbeli Rumah Polonia di Jakarta Timur, yang kemudian menjadi markas tim pemenangan Prabowo-Hatta.
Tapi dalam rekaman pembicaraan kasus ‘Papa Minta Saham’, Riza meÂnyebutkan dia juga menggelontorkan uang untuk kubu Jokowi-JK, karena inÂgin bermain selamat. Agar tetap punya akses ke pemerintahan, siapapun yang menang pemilu presiden.
Peran Riza Chalid makin terkuak, setelah Ketua DPR Setya Novanto dari Partai Golkar meminta bertemu dengan Presiden Direktur PT Freeport, Maroef Sjamsoeddin. Novanto meÂminta pertemuan empat mata, namun ternyata kemudian membawa Riza Chalid.
Karena khawatir pembicaraan di sebuah lokasi di Jakarta itu bisa menÂjadi masalah, Maroef lalu merekam pembicaraan tersebut. Setya Novanto antara lain menjanjikan perpanjangan kontrak bagi PT Freeport, tapi meminÂta 20% saham anak perusahaan FreeÂportMcMoran yang berpusat di AS itu.
Bisnis PETRAL baru menjadi soroÂtan luas, setelah Presiden Jokowi menuÂgaskan Menteri ESDM Sudirman Said membentuk tim khusus untuk memoÂtong bisnis-bisnis gelap. Nama Riza Chalid pun makin sering dibicarakan.
Dermawan dan Peduli Pendidikan
Di balik sosoknya yang misterius dan penuh skandal, sosok Riza ternyata sangat disegani. Pemilik Global Energy Resources ini tak hanya mengelola bisÂnis minyak, namun juga pemilik temÂpat bermain anak-anak Kidzania yang berlokasi di Pacific Place, SCBD Jakarta Pusat. Pria yang akrab disapa Muh ini kabarnya cukuplow profile dan jarang disorot wartawan.
Pria yang dikenal berjiwa sosial ini juga mendirikan sekolah Islam InternaÂsional Al Jabr di Pondok Labu, Jakarta Selatan. Istri Muh, Roestriana AdriÂanti Riza yang sering disapa Uchu Riza kabarnya juga sangat dekat dengan duÂnia pendidikan.
Di Rancamaya, Kota Bogor, kederÂmawanan Riza Chalid juga dirasakan masyarakat sekitar. Konon, hampir seÂtiap bulan Riza Chalid memberangkatÂkan umroh 150 orang jamaah majelis pengajian di daerah sekitar RancaÂmaya. Kini kedermawanan Riza Chalid mungkin akan berhenti mengalir di Rancamaya.
(Yuska Apitya Aji/net)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















