BOGORTODAY.COM – Banyak orang secara sadar memilih melewatkan sarapan karena berbagai alasan, mulai dari waktu pagi yang terbatas hingga keinginan menurunkan berat badan.
Namun, sarapan sebenarnya adalah momen penting untuk mengakhiri puasa semalaman dan memberi tubuh asupan nutrisi pertama dalam sehari.
Ahli gizi Claire Rifkin menjelaskan, melewatkan sarapan bukan sekadar soal menahan lapar, melainkan hilangnya kesempatan untuk menutrisi tubuh dan pikiran secara efektif. Kebiasaan ini bisa memicu berbagai dampak negatif pada tubuh, antara lain:
- Kelelahan – Tanpa sarapan, tubuh memperpanjang waktu puasa sehingga energi menurun. Rendahnya kadar gula darah di pagi hari juga dapat menyebabkan kelelahan dan kabut otak.
- Hormon terganggu – Melewatkan sarapan dapat memengaruhi kadar kortisol, hormon stres yang berperan penting pada suasana hati dan kesehatan reproduksi.
- Metabolisme melambat – Tubuh cenderung menghemat energi, sehingga proses pembakaran kalori berkurang dan justru menyulitkan penurunan berat badan.
- Mood swing – Gula darah rendah bisa memicu iritabilitas, kecemasan, hingga sulit konsentrasi.
- Ngidam makanan tidak sehat – Tubuh akan mencari energi cepat dari makanan tinggi kalori atau rendah nutrisi.
- Risiko penyakit jantung meningkat – Skip sarapan berkaitan dengan gangguan metabolik, kebiasaan makan berlebih, dan gaya hidup yang berdampak buruk pada kesehatan jantung.
- Berat badan naik – Melewatkan sarapan justru bisa meningkatkan resistensi insulin, mengacaukan hormon lapar dan kenyang, hingga memicu makan berlebihan.
Dengan berbagai dampak tersebut, sarapan sebaiknya tidak dianggap sepele. Memulai hari dengan sarapan bergizi akan membantu menjaga energi, suasana hati, serta kesehatan jangka panjang.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















