BRIN Perkuat Ekosistem Open Science di Kawasan Asia Tenggara

Sungai Aare

BOGORTODAY.COM – Open Science bukan hanya tren global, melainkan kebutuhan strategis nasional untuk memastikan hasil riset dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas, pemerintah, dan industri. Melalui pendekatan riset yang terbuka, kolaboratif, dan berbasis data, Indonesia diharapkan mampu memperkuat daya saing riset dan inovasi di tingkat regional maupun global.

Kepala Pusat Riset Sains Data dan Informasi BRIN, Esa Prakasa menyampaikan bahwa penyelenggaraan webinar ini merupakan langkah strategis BRIN, khususnya PRSDI, dalam memperkuat ekosistem riset nasional yang berbasis pada keterbukaan data, kolaborasi lintas disiplin, serta pemanfaatan infrastruktur digital riset nasional. Sebagai lembaga riset terpadu, BRIN memiliki mandat untuk mengkonsolidasikan sumber daya riset nasional dan mempercepat transformasi menuju ekosistem Open Science.

“PRSDI memiliki peran penting dalam pengembangan sistem data riset nasional, standardisasi metadata, interoperabilitas, dan infrastruktur data terbuka. Oleh karena itu, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya advokasi, edukasi, serta pembentukan jejaring kolaboratif guna memperkuat praktik Open Science di kalangan peneliti, pengambil kebijakan, dan mitra internasional,” jelas Esa.

BACA JUGA :  7 Ciri Orang Berjiwa Tua, Lebih Menyukai Makna Hidup daripada Tren Sesaat

Webinar ini menghadirkan pembicara utama, yakni Prof. Chee Sun Liew dari Sunway University, Malaysia, yang juga menjabat sebagai Ketua Komite Teknis Malaysia Open Science Platform; Hendro Subagyo, M.Eng., dari BRIN selaku Focal Point UNESCO untuk Open Science di Indonesia; serta Dr. Ira Maryati dari BRIN, pakar integrasi sains informasi dan sains data. Acara ini akan dimoderatori oleh Dr. Anne Parlina dari BRIN.

Dalam konteks agenda riset nasional, Open Science menjadi fondasi penting bagi akselerasi inovasi karena memungkinkan preservasi data dan hasil penelitian untuk keberlanjutan riset, sekaligus melindungi kekayaan intelektual peneliti dan lembaga. Selain itu, Open Science juga meningkatkan visibilitas aktivitas riset nasional di tingkat global, memperluas akses terhadap data dan publikasi ilmiah, serta mempercepat proses knowledge sharing dan reproducibility.

BACA JUGA :  Resep Bolu Gula Merah Kukus Tanpa Telur, Lembut, Manis, dan Mekar Sempurna

“Keterbukaan ilmu pengetahuan juga mendorong kolaborasi lintas lembaga dan lintas negara dalam menghadapi tantangan global seperti perubahan iklim, kesehatan, dan ketahanan pangan. Lebih jauh lagi, penerapan Open Science membantu mengoptimalkan investasi negara dalam riset melalui pemanfaatan ulang data dan infrastruktur yang sudah ada, sekaligus mendukung prinsip transparansi, akuntabilitas, dan keadilan dalam ekosistem riset nasional sesuai dengan arah kebijakan Transformasi Digital Riset Indonesia. Dengan demikian, Open Science tidak hanya merupakan isu teknis, melainkan pilar strategis menuju riset yang inklusif, kolaboratif, dan berdampak sosial-ekonomi tinggi,” tambah Esa.

Editor : Ilham Ariyansyah

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================