8 Kesalahan Umum tentang Konsep Halal yang Masih Sering Disalahpahami

Halal
Ilustrasi Halal. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM – Bagi sebagian muslim, urusan halal dan haram masih dianggap sesederhana menghindari konsumsi babi dan alkohol.

Padahal, konsep halal jauh lebih luas dan mencakup berbagai aspek kehidupan, mulai dari bahan makanan, proses produksi, hingga gaya hidup.

Kreator halal, Anca, melalui akun Instagram anca.id (23/10/2025), mengungkap sejumlah kesalahpahaman yang masih sering ditemui di masyarakat.

Berikut delapan kesalahan umum tentang konsep halal yang perlu diluruskan:

  1. Menganggap Halal = No Pork No Lard

Banyak orang masih beranggapan bahwa restoran dengan label No Pork No Lard otomatis halal. Faktanya, klaim tersebut tidak menjamin status kehalalan makanan atau proses pengolahannya.

BACA JUGA :  Telaga Kautsar: Kenikmatan di Akhirat dan Golongan yang Tidak Diperbolehkan Mendekatinya

Halal bukan hanya soal babi, tetapi juga mencakup seluruh bahan, cara penyembelihan hewan, proses produksi, hingga transaksi bisnis. “Halal mencakup semua aspek hidup,” tulis Anca.

  1. Asal Tidak Makan Babi dan Minum Alkohol

Kesalahan berikutnya adalah anggapan bahwa selama tidak mengonsumsi babi dan alkohol, maka semuanya halal.

BACA JUGA :  Ingin Berat Badan Turun? Coba Terapkan 5 Kebiasaan Pagi Ini Secara Rutin

Padahal, banyak bahan lain seperti saus, gelatin, atau emulsifier yang mungkin berasal dari turunan babi atau alkohol.

Bahkan proses penyimpanan dan pengolahan pun bisa membuat suatu produk menjadi tidak halal.

  1. Yang Penting Halal

Dalam Islam ada dua konsep: halal dan thayyib. Halal berarti sah secara syariat, sedangkan thayyib berarti baik, bersih, dan aman untuk tubuh.

“Halalan thayyiban artinya halal dan baik—sehat, etis, dan ramah lingkungan,” jelas Anca.

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================