BOGORTODAY.COM – Malam Liga Champions memberi cerita baru bagi Juventus. Meski menang meyakinkan 2-0 atas Pafos, sorotan utama justru jatuh pada Kenan Yildiz, sang wonderkid yang dinobatkan sebagai Man of the Match namun tetap merasa penampilannya belum maksimal.
Di tengah sorak-sorai kemenangan yang meredakan luka usai kekalahan dari Napoli, Yildiz berdiri dengan sikap rendah hati. Ia menilai ada satu momen penting yang terbuang, sebuah peluang yang menurutnya bisa diolah menjadi assist sempurna untuk Jonathan David.
“Saya seharusnya memberikan assist lebih cepat… tapi saya tidak melihatnya,” ujarnya kepada Sky Sport Italia. Kesadaran diri itulah yang membuat performanya malam itu terasa lebih manusiawi, lebih nyata.
Bangkit dari Tekanan, Mengubah Cemoohan Jadi Sorakan
Juventus tak langsung menemukan ritme. Babak pertama berjalan berat, bahkan sempat memancing cemoohan dari tifosi yang frustrasi melihat Pafos menciptakan peluang berbahaya.
Yildiz tetap membela timnya. “Babak pertama sebenarnya bagus, kami hanya kurang gol,” tuturnya.
Setelah turun minum, determinasi baru muncul. Weston McKennie membuka skor melalui tembakan keras, sebelum Jonathan David mengunci kemenangan enam menit berselang. Stadion pun kembali bernapas lega.
Editor : Alif Luqman
Sumber : bola.net
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















