Menit Main Masih Minim, Paul Pogba dan Comeback yang Belum Mulus di Monaco

Monaco menahan Paul Pogba demi proses pemulihan jangka panjang, sementara publik masih menanti bukti kebangkitan sang juara dunia. (Foto: detiksport)

BOGORTODAY.COM – Kembalinya Paul Pogba ke level kompetitif masih berada dalam fase hati-hati. Setelah menjalani sanksi doping selama 18 bulan, gelandang berusia 32 tahun itu belum mendapat menit bermain konsisten di AS Monaco. Keputusan klub untuk kembali mengistirahatkannya memunculkan pertanyaan baru mengenai progres pemulihan fisiknya.

Monaco menghadapi situasi ini dengan pendekatan perlahan. Pogba sudah tampil tiga kali sebagai pemain pengganti di Ligue 1 salah satunya saat mengalahkan Paris Saint-Germain namun belum menunjukkan ritme yang stabil. Ia sempat tidak dimainkan pada dua laga Liga Champions dan kemudian absen saat Monaco menghadapi Marseille.

Monaco Menahan, Fokus pada Pemulihan Jangka Panjang
Pelatih Sebastien Pocognoli tidak ingin terburu-buru. Ia memilih menjaga beban fisik Pogba, dengan alasan bahwa proses reintegrasi pasca larangan panjang membutuhkan pengawasan medis dan mental penuh. Pogba sendiri sudah absen lebih dari dua tahun sebelum memulai kembali kariernya pada musim panas.

BACA JUGA :  Wasit Piala Dunia 2026 Asal Somalia Gagal Masuk Amerika Serikat, FIFA Tak Bisa Campur Tangan

Situasi ini membuat perjalanan comeback Pogba terlihat tersendat. Eks juara dunia itu belum meraih peran utama dan belum menghasilkan kontribusi gol atau assist. Monaco tetap menilai keberhasilan Pogba kembali berada di lapangan sebagai progres sementara.

Respons Pocognoli: Tidak Panik, Tidak Spekulatif
Menjawab spekulasi publik, Pocognoli meminta situasi dipandang secara realistis. Ia memahami kekhawatiran, tetapi menolak bersikap reaktif.

“Untuk bisa kembali dari kondisi sebelumnya dan bermain lagi saja sudah luar biasa. Namun saat ini saya tidak bisa melihat terlalu jauh,” ujar Pocognoli. Menurutnya, Pogba bekerja keras dan akan diberi ruang berkontribusi ketika benar-benar siap.

Pocognoli juga menegaskan bahwa kesiapan fisik dan mental menjadi syarat utama sebelum Pogba menerima tanggung jawab bermain lebih besar. Klub ingin memastikan bahwa beban berlebih tidak kembali memicu masalah pemulihan.

BACA JUGA :  Piala Dunia 2026 Jadi Tantangan Kesehatan Global, Tim Ahli Pantau Potensi Wabah Secara Real-Time

Cerita Panjang Karier yang Dimulai Ulang
Episode comeback Pogba menjadi salah satu sorotan terbesar musim ini. Hukuman doping yang semula empat tahun dipangkas setelah diputuskan bahwa pelanggaran terjadi tanpa unsur kesengajaan. Setelah meninggalkan Juventus, Pogba memilih Monaco untuk memulai kembali perjalanan profesional di negara kelahirannya.

Namun, transisinya ikut terhambat pergantian pelatih dan masalah fisik ringan. Adolf Hutter, sosok yang membawanya ke Monaco, sudah pergi sebelum Pogba menjalani debut. Sejak kembali bermain melawan Rennes pada November, Pogba mengakui adanya tekanan emosional yang ia jalani.

Musim belum selesai, namun tahap pemulihan ini menjadi penentu apakah Pogba dapat kembali menemukan perannya di sepak bola Eropa.

(MG6)

Editor : Alif Luqman

Sumber : bola.net

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================